OPINI: Dia adalah Petani

Ilustrasi petani

 

FOKUSLINTAS.com – Bangun pagi pulang sore hari, hidup sederhana dengan caranya, pikiran dan hatinya bersih dan nggak neko-neko, sangat bersahabat dengan alam sambil merawat padi hingga saat panen tiba.

Dialah petani kita, yang selalu tidak menentu hasil yang didapatkan dari penjualan hasil panennya karena selalu kalah dengan mereka para pengatur harga.

Dalam sejarah bangsa ini petani tidak dapat kuasa menentukan hasil panennya sendiri, mereka selalu pasrah bahkan terkadang rugi dan tidak mendapatkan keuntungan apa – apa dari hasil panennya, semua tergantung dari si pengatur harga dan para kartel penguasa pupuk, bibit, obat-obat pembasmi hama serta gabah dan beras hasil tanaman padinya.

Dialah Petani kita yang tidak bisa berbuat apa-apa, mereka adalah pribadi-pribadi yang lemah dan pasrah tidak pernah memberontak sama sekali di negeri ini apalagi DEMO sama sekali belum pernah ada dan terdengar mereka lakukan di seantero bangsa ini. Selama ini kita lihat belum ada yang sungguh-sungguh membela hak – hak mereka, kenapa tidak ada yang berteriak lantang ketika bibit padi, pupuk dan obat pembasmi hama harganya menjulang tinggi, ketika harga gabah terjun bebas tak terkendali, ketika harga obat pembasmi hama tidak mampu lagi mereka beli, kemana mereka para pejuang kemanusiaan, para pejuang pangan dan para Aktivis. Kemana mereka….???

Akankan negeri yang gemah ripah loh jinawi dengan terik sinar matahari terlama dan curah air hujan terbanyak di Dunia sehingga negeri ini mendapat sebutan tanah paling subur diseluruh dunia lama-lama kehilangan Rohnya sebagai Negara Agraris penghasil padi dengan kwalitas terbaik didunia karena kehilangan petani dan sawahnya …..??

Sementara Rakyat Negeri ini hidupnya tergantung dari nasi hasil dari butir padi yang ditanamnya.

Semoga energi Pemerintah kita juga tercurah kepada para Petani kita dan segala kemudahan-kemudahan serta bantuan bibit, Pupuk, Obat2tan pembasmi hama diberikan Gratis kepada mereka kalaupun harus beli maka dijual harga yang murah dan terjangkau demi kesejahteraan petani kita dan harga gabah hasil kerja keras mereka mendapatkan harga tinggi yang pantas dan menguntungkan mereka dan Pemerintah segera bertindak untuk membasmi para Mafia Pupuk, Bibit Padi, Obat-obatan Pembasmi Hama serta Mafia disektor Pangan khususnya gabah dan beras hasil panen para petani kita.

Semoga segera terrealisasi dan mendapatkan respon positif dari Negara dan Pemerintah kita. Amiin…..

( BRM. Kusumo Putro SH.MH. )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *