Ketua DPD Jateng: BPAN Lembaga Aliansi Indonesia di Himbau Merevisi dan Membentuk Kembali Struktur DPC yang Solid

Ketua DPD BPAN LAI Jateng Yoyok L. Sakiran bersama Advokad Hukumnya Ulul A. dalam bedah perkara di wilayah Jawa Tengah. Foto: dok| fokuslintas.com

 

FOKUSLINTAS.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia di wilayah provinsi Jawa Tengah, KRT Yoyok Lukman Sakiran mengungkapkan, menghimbau agar membentuk atau merevisi kembali pengurus-pengurus DPC Lembaga Aliansi Indonesia disetiap wilayah masing-masing dimana untuk bisa menyeleksi diantaranya yang solid, komitmen, kooperaktif dan komunikatif.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Jateng Yoyok L Sakiran beberapa waktu lalu pada forum bedah kasus dijateng belum lama ini. Perihal himbauan dilakukan agar disetiap DPC benar-benar bisa bekerja secara maksimal, satu komando, tidak gerandong dan apabila adanya baik pengurus sampai anggota yang sudah tidak aktif koordinasi untuk di revisi, baik diganti atau dikeluarkan saja.

“Kami sampaikan kepada pengurus Cabang masing-masing harus benar-benar solid, kemudian selanjutnya ke anak cabang, sampai ke tingkat ranting dan anak ranting. Revisi bisa dari yang berstruktur jadi anggota biasa sampai off kan KTA nya serta tak usah diperpanjang saja masa aktifnya,” terangnya.

Pihaknya pada umumnya baik dari DPP dan DPD sudah mensosialisasi semua anggota-anggotanya dari Sabang sampai Merauke pertama harus senang. Kedua komunikatif, Produktif, dan pelayanan Prima adalah untuk menjadi sosok anggota Lembaga Aliansi Indonesia.

Ketua DPD Yoyok menambahkan, bahwa Lembaga Aliansi Indonesia punya hak dan kewajiban. Wajib hukumnya rakyat Indonesia menyelamatkan aset negara. Sebelum kita menyelamatkan aset negara, selamatkan dulu diri kita sendiri, keluarga kita, tetangga kita, saudara kita.

“Kita punya hak sebagai rakyat Indonesia untuk menikmati kekayaan negara ini. Kita punya kewajiban menyelamatkan, tapi kita selaku rakyat juga punya hak menikmati harta dan kekayaan negara kita dengan sebesar-besarnya,” tandas dia.

Lanjutnya, Yoyok mewanti-wanti dimana sebagai pakem yang wajib diketahui setiap anggota Lembaga Aliansi Indonesia dimana menerapkan 5 Panca Moral. Yang pertama, gunakan hati, menjadi anggota Aliansi hatinya harus bersih, hati kita ibarat tekho, kalau kita isi dengan air bersih, maka yang keluar adalah air bersih dan sebaliknya.

Kedua, penampilan dimana tata cara dalam berpakaian. Ibarat kalau saya mau tidur pakaiannya seperti ini, kalau saya mau ke kantor pakaiannya seperti ini, sesuai kebutuhan dan keadaan. Ketiga, ucapan, yaitu ucapan harus santun dan sopan, karena untuk contoh bagi masyarakat. Keempat, perilaku harus santun dan sopan, dan yang kelima, evaluasi diri. Siapa sich aku ini? Akan ke mana aku ini..? Hanya satu, selamat di dunia untuk bekal di akherat. Untuk mencapai itu, semua harus belajar di Aliansi Indonesia.

“Yang terakhir, saya ucapkan terima kasih untuk setiap DPC BPAN Lembaga Aliansi Indonesia di setiap wilayah khysusnya Jawa Tengah atas kerjasama dan satu komandonya selama ini. Biarpun disetiap organ pengurus sampai anggota dimanapun identik ada kerikil-kerikil, kalau bahasa diwilayah DPD oknum ubur-ubur akan tetapi tidak berpengaruh pada BPAN LAI di Jawa Tengah. Saya himbau, disetiap DPC yang jadi kerikil, gendruwo dan tidak satu komando buang saja dari lembaga/DPC. Mohon segala sesuatu adanya hal yang menyimpang dari koordinasi Lembaga segera melaporkan ke setiap Ketua DPC dan DPD Jateng nanti akan kami tindak lanjuti, yang tak kooperaktif ganti atau keluarkan daripada menjadi duri disetiap pengurus Lembaga.” imbuhnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *