Dapat Protes Pedagang, Jam Buka PKL Malam di Solo Jadi Tak Dibatasi

Petugas gabungan melakulan sosialisasi protokol kesehatan. (Foto: dok)

 

FOKUSLINTAS.com – Belum genap sehari pelaksanaan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Solo, Pemkot merevisi aturan terkait jam malam bagi pelaku usaha.

Dimana sebelumnya, pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/036 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Solo berlaku 11-25 Januari.

Dalam SE tersebut pembatasan operasional warung makan, restoran, tempat wisata, tempat hiburan, arena bermain, tempat kuliner, PKL, angkringan, toko modern, mal, dan gedung pertemuan berlaku mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Kemudian Pemkot merevisi kebijakan tersebut. Untuk kegiatan warung makan, rumah makan, cafe, restoran, PKL, lapak jajanan (angkringan), dan pusat kuliner waktu operasional sesuai jam operasional masing-masing usaha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Ya benar ada revisi SE Wali Kota Solo Nomor 067/036. Perubahan mendasar terjadi pada jam operasional tempat usaha kecil semacam angkringan dan PKL tetap buka sesuai jam operasional masing-masing usaha dan tidak ada pembatasan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, Senin (11/1).

Ahyani mengakui perubahan SE tersebut terjadi setelah adanya protes dari para pelaku usaha kecil. Ia menegaskan perubahan aturan ini memberi ruang bagi warung makan angkringan, PKL, dan warung soto karena selama ini mereka berjualan jam operasionalnya tidak jelas.

“Itu kan (revisi SE) karena diprotes sama pedagang-pedagang warungan kecil. Mereka jam operasionalnya tidak jelas, kalau diberi pembatasan kasihan,” tutup Ahyani.*(Tim/Mei)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *