Jatah Pupuk Bersubsidi 2021 Bertambah, tapi Harganya Lebih Mahal

Ilustrasi pupuk (dok/net)

 

FOKUSLINTAS.com — Kabupaten Karanganyar mendapat jatah pupuk urea bersubsidi 16.531 ton pada 2021. Namun harganya lebih mahal dibanding tahun sebelumnya (2020).

Berdasarkan alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian Provinsi Jawa Tengah tahun 2021, Kabupaten Karanganyar dijatah 16.531 ton urea. Kuota ini lebih banyak dibanding tahun 2020 sebanyak 14.600 ton. HET per kilogram urea pada 2020 Rp 1.800, sedangkan tahun 2021 Rp 2.250.

Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dispertan PP Karanganyar, Nur Rochmah Triastuti mengatakan, ketentuan tersebut tercantum di SK Kadispertan Jawa Tengah No 521.34/002/1/2021 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian tahun 2021.

“Ada kenaikan kuota untuk tahun ini. Antara lain disebabkan bertambahnya petani yang masuk eRDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). 16.531 ton ini setara 90 persen lebih pengajuan kita ke provinsi. Pada tahun lalu (14.600 ton) itu setara 60 persen dari pengajuan. Dengan demikian diharapkan tidak ada keluhan lagi soal pupuk pada tahun ini,” kata Nur Rochmadi kepada wartawan di Karanganyar, Minggu (10/1).

Dalam pengajuannya ke Pemprov Jateng, Pemkab Karanganyar membutuhkan pupuk urea subsidi yang disebar ke lahan di tiga sampai empat musim atau sekitar 100 ribu hektare sawah. Hanya saja tak semua pengajuan itu disetujui. Saat ini alokasi yang disetujui Pemprov Jateng sedang disusun pembagiannya tiap bulan per kecamatan melalui SK Kepala Dispertan PP Karanganyar.

Sementara itu dalam SK Kadispertan Jateng, HET pupuk subsidi 2021 ternyata lebih mahal dibanding 2020. Selain urea yang naik Rp450 perkilogram, tiga jenis pupuk lainnya mengalami hal serupa. SP-36 dari semula Rp2.000 menjadi Rp2.400, ZA Rp 1.400 menjadi Rp 1.700, pupuk organik Rp 500 menjadi Rp 800. Sedangkan NPK masih sama yakni Rp 2.300 perkilogram.

“Subsidi pemerintah sedikit dikurangi untuk pupuk. Meski begitu kenaikan HET relatif tidak banyak sekitar Rp 300-Rp 400. Saya rasa tidak terlalu memberatkan petani karena dijamin stok tersedia,” katanya.* (Tim/Ren)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *