Jangan Keburu Takut Ketika Mendengar Lagu Genjar-Genjer. Inilah Alasannya Mengapa Lagu Tersebut Identik dengan PKI

Lagu “Genjer-Genjer” yang diciptakan oleh Muhammad Arif salah seorang seniman Lekra. Foto: dok

 

FOKUSLINTAS.com – Pada tahun 1960-an, lagu “Genjer-Genjer” sangat terkenal seantero Nusantara. Lagu yang dibesut oleh Muhammad Arif, seniman asli Banyuwangi ini dianggap mampu mewakili nasib rakyat Indonesia pada waktu itu. Namun, pada zaman sekarang, di beberapa wilayah di Indonesia justeru melarang memutar lagu “Genjer-Genjer”.

Faktanya, terjadi banyak kasus pencekalan saat memutar lagu tersebut. Misalnya saja di Yogyakarta, medio 2014 lalu. Lantas apa masalahnya? Ada yang bilang lagu “Genjer-Genjer” dianggap identik dengan PKI.

Lalu bagaimana ceritanya, lagu “Genjer-Genjer” menjadi sangat identik dengan PKI? Melansir dari berbagai sumber, berikut tiga alasan yang membuat lagu “Genjer-Genjer” identik dengan PKI.

1. Dibuat oleh seniman lekra

Lekra yang merupakan Lembaga Kebudayaan Rakyat adalah organisasi yang berdiri dengan panji-panji PKI. Kesenian yang lahir dari Lekra kebanyakan memang mengkritisi pemerintah pada masa itu. Termasuk salah satunya lagu “Genjer-Genjer” yang diciptakan oleh Muhammad Arif salah seorang seniman Lekra.

Hal ini yang membat lagu “Genjer-Genjer” menjad idetik dengan PKI. Lagu ini pun tidak hanya digemari oleh kalangan Partai Komunis melainkan masyarakat umum secara luas.

2. Dinyanyikan pada saat penculikan para jendral

Satu hal yang paling berpengaruh mengapa lagu “Genjer-Genjer”menjadi identik dengan PKI lantaran andil Pemerintah Orde Baru.

Menurut Pemerntah Orba, para anggota Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) dan Pemuda Rakyat yang disinyalir merupakan organisasi dibawah PKI, menyanyikan lagu “Genjer-Genjer” ketika para jendral diculik, diinterogasi dan “disiksa” di Lubang Buaya Jakarta.

Sehingga ‘seolah-olah’ semakin memperjelas bahwa lagu ini mempunyai hubungan intim dengan PKI. Peristiwa ini juga digambarkan pada film Pengkhianatan G 30 S/PKI karya Arifin C. Noer, pada masa Pemerintah rezim Orde Baru.

3. Plesetan dari jendral-jendral

Plesetan lagu “Genjer-Genjer” menjadi “Jendral-Jendral” pun menambah satu alasan yang menguatkan lagu ini memang identik dengan PKI. Khusunya ketika peristiwa G 30 S tahun 1965 terjadi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia , diduga juga memplesetkan lagu “Genjer-Genjer” menjadi “jendral-jendral”, sehingga maknanya menjadi berbeda dengan versi alsinya.

Dengan alasan itu, semakin mempertegas lagi lagu ini untuk segera dicekal dan dilarang peredarannya. Padahal, beberapa seniman di Banyuwangi yang pertama kali mempopulerkan lagu ini, merasa tidak tau apa-apa tentang plesetan lirik lagu ini, dan merasa heran oleh pihak – pihak yang mendiskreditkan lagu ini.

Padahal sejarah diciptakannya lagu “Genjer-Genjer” berawal dari keprihatinan yang dialami masyarakat Indonesia karena penjajahan Pemerintah Jepang. Sistem penjajahan yang diterapkan Jepang membuat rakyat Indonesia kesulitan dalam berbagai bidang.

Sebenarnya genjer adalah nama sebuah tanaman semacam ganggang. Akibat situasi yang sulit itu rakyat Indonesia terpaksa memakan genjer yang dimasak layaknya sebuah sayur

Sekarang, kamu udah tau kan fakta sebenarnya? Jadi, jangan hanya latah dalam menerima informasi. Tapi, cari tau dulu fakta sebenarnya.

Bagikan artikel ini ke temen-temen kamu, biar mereka juga tidak dibodohi oleh sejarah yang diciptakan oleh penguasa.

( Awi )

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *