OPINI: Berteman Itu Pilihan

Si Iwan Tenkleng. Foto: dokumen fokuslintas.com|Editor: Adm

 

FOKUSLINTAS.com – Untuk memahami setiap karakter orang salah satunya adalah berteman, di dalam hidup manusia tidak akan terlepas dari yang namanya berteman. Karena dengan berteman setiap orang akan memiliki sebuah keterampilan hubungan dengan orang lain dan bahwa setiap orang berhak memutuskan bahwa ia ingin berteman atau tidak.

Kreatifitas dalam berteman akan membuat pertemanan menjadi sesuatu yang lebih bermakna sehingga menghasilkan keakraban yang disebut dengan kata *persahabatan*.

Awal dari berteman tidak terlepas dari berinteraksi dengan orang lain yang belum kita kenal sama sekali, hati kita akan terdorong bahwa kita ingin mengenal. Kita contohkan saja anak SD atau SMP, mereka yang awalnya tidak saling mengenal antara yang satu dengan yang lainnya akan mengenal satu persatu dari teman kelasnya sehingga terjalin rasa berteman namun tidak terlepas juga dengan bimbingan dari ibu guru SD atau SMP.

Untuk mengenal setiap orang memang tidak mudah, banyak kita jumpai orang-orang, namun tidak juga kita dapat mengenal mereka dengan baik. hal itu dikarenakan kontrol dalam diri kita muncul, dan tidak setiap orang bisa berteman dengan baik.

Namun, berteman tidak terlepas dari etika kita terhadap teman. tidak setiap orang bisa menyatukan perbedaan karakter diantaranya. Ada yang memilih untuk menyendiri ada yang lebih memilih berteman tapi pilih-pilih, ada yang berteman dengan siapa saja ia tetap nyaman. Semua itu tergantung diri kita masing-masing.

 

(Aksi konyol Iwan Tenkleng di Desa Slogo Kec. Tanon Kab. Sragen. Video: dok)

 

Tetapi pada akhirnya kita akan terbiasa dan lebih banyak mensyukuri untuk apa saja yang masih kita miliki, termasuk teman atau sahabat yang setia dan baik

Walau dibutuhkan banyak waktu untuk meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja, akhirnya kita mampu sepenuhnya ikhlas dan merasa terbiasa dengan semua yang telah terjadi dalam hidup. Kita tak lagi kesepian atau bersedih karena banyaknya teman yang kini sudah keluar dari lingkaran pertemanan.

Kita akhirnya memilih untuk berterima kasih untuk apa pun yang kita miliki, termasuk sahabat yang masih bersedia menemani tiap langkah di hidup kita yang mana kehadirannya merupakan suatu anugerah yang wajib untuk disyukuri.

Tidak masalah kita hanya memiliki sedikit teman, karena sejatinya satu teman yang selalu ada dalam suka maupun duka lebih berarti ketimbang seratus teman yang kehadirannya hanya sesaat saja.

 

Penulis: Tim Slogo/DPC BPAN LAI Sragen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *