Kota Lod/Lud, Tempat Terbunuhnya Dajjal Bersama Pasukannya Kelak di Akhir Zaman

FOKUSLINTAS.com, SEJARAH — Keberadaan Israel yang saat ini tumbuh sebagai negara besar, kerap dikait-kaitkan dengan kiamat dan kemunculan Dajjal yang kelak akan terjadi di akhir zaman. Yang menarik, ada sebuah kota yang bernama Lod di negeri Zionis tersebut yang dipercaya menjadi tempat terbunuhnya Dajjal bersama balatentaranya.

Ada banyak redaksi hadist yang memberitakan tentang keberadaan wilayah tersebut. Seperti yang dikutip dari islampos.com berikut ini, Dari Mujami bin Jariyah al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Isa bin Maryam akan membunuh Dajal di Bab Lud(Gerbang Lod).” (HR Ahmad, Turmudzi, dan Nu’aim bin Hamad). Seperti apakah keadaan dari kota tersebut?

Sempat berpindah-pindah kepemimpinan di era kekaisaran dunia sejak dahulu kala

Lod yang dalam bahasa Arab disebut al-Ludd itu, sempat diperintah oleh kekaisaran dunia yang berhasil menguasai kota itu. Menurut peneliti sejarah, Martin Gilbert yang dikutip dari khazanah.republika.co.id mengatakan, Raja Dinasti Hasmonean Jonathan Maccabee dan saudara laki-lakinya, Simon Maccabaeus, memperluas daerah kekuasaannya di bawah kendali Yahudi, termasuk menaklukkan Kota Lod.

Diperebutkan oleh berbagai kekaisaran dunia [sumber gambar]

Namun beberapa tahun kemudian, bangsa Romawi berhasil merebut dan menghancurkan kota Lod pada 70 M, di mana status penduduknya sebanyak 75 persen saat itu merupakan orang-orang Yahudi. Nama Lod pun diganti menjadi Colonia Lucia Septimia Severa Diospolis (Kota para dewa). Hingga pada akhirnya, Diospolis jatuh ke tangan kaum Muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid pada 636 M. Setelah era kekuasaan Islam berakhir, kota Lod sempat direbut oleh pasukan salib, diperintah lagi oleh kaum Muslim lewat Salahuddin Al-Ayubi dan kesultanan Ottoman Turki.

Kota bersejarah yang direbut oleh Israel dari tangan kaum Muslim

Lod yang berubah nama menjadi Lydda itu, akhirnya menjadi pemukiman bangsa Arab dengan populasi sekitar 20 ribu penduduk pada 1948. Laman khazanah.republika.co.id menuliskan, sebanyak 18.500 jiwa adalah Muslim dan sementara sisanya merupakan penganut Kristen. Sebelumnya pada 1947, PBB membagi Palestina kepada dua bangsa: Yahudi dan Arab. Keberadaan Lydda atau Lod sendiri akan diberikan pada bangsa Yahudi dan meminta orang Arab agar ikhlas melepaskan.

Gerbang Lod yang bernilai sejarah tinggi [sumber gambar]

Sebagai penduduk mayoritas, Bangsa Arab terang saja menolak usulan PBB tersebut. Tentu saja, hal ini membuat Israel yang disokong negara-negara blok Barat meradang. Tak butuh lama, negeri Zionis itu langsung menggelar aksi militer setelah menyatakan kemerdekaannya pada 14 Mei 1948. Dilansir dari khazanah.republika.co.id, mereka menyerang penduduk dan merebut beberapa daerah Arab di luar yang diberikan PBB, termasuk Lydda. Alhasil, kota yang dulu banyak dihuni Muslim Arab, terpaksa di usir oleh otoritas militer Israel yang berkuasa pada saat itu.

Menjadi kota imigran Yahudi dunia dengan tembok pemisah

Alhasil, Lydda yang kini telah berubah kembali menjadi Lod penuh dengan imigran Yahudi yang datang membanjiri wilayah Israel. Dilansir dari khazanah.republika.co.id, para pendatang tersebut berasal dari Maroko dan Tunisia, lalu dari Ethiopia, dan kemudian dari Uni Soviet. Sementara itu, masyarakat Arab Muslim berubah menjadi minoritas dan terancam wilayahnya.

Dinding pemisah antara Yahudi dan Arab [sumber gambar]

Selain itu, otoritas Israel juga terdapat sebuah dinding setinggi tiga meter yang dibangun untuk memisahkan distrik Yahudi dari distrik bangsa Arab. Terlihat, bagaimana upaya dari penduduk negeri Zionis tersebut melakukan depopulasi wilayah secara halus. Baik dengan pemekaran wilayah yang dilakukan secara paksa, maupun pembangunan tembok dan sekat-sekat pemisah.

Jadi lokasi tempat terbunuhnya Dajjal

Pada sebuah ceramah yang disampaikan oleh Ustadz DR Khalid Basalamah, MA yang berjudul Saat saat kiamat dan kemunculan Dajjal di akun YouTube Lentera Islam, terlihat jelas bahwa kota Lod (babluth dalam dialek Ustadz Khalid), menjadi kota terakhir Dajjal yang membuatnya terbunuh di sana.

Pada saat itu juga, seluruh pengikutnya yang kocar-kacir setelah Dajjal terbunuh berlarian menyelamatkan diri. Mereka yang dikatakan pada saat itu terkepung oleh kaum Muslimin, mencoba bersembunyi di balik batu, kayu, pohon dan tembok. Namun hal tersebut sia-sia karena benda-benda mati itu atas izin ALLAH dapat berbicara dan memberi tahu posisi mereka bersembunyi.

Siapa sangka jika kota yang sarat dengan peninggalan budaya dari beberapa era kerajaan besar tersebut, saat ini telah menjelma menjadi salah satu wilayah yang dipadati oleh orang-orang Yahudi. Kelak di sini pula, Dajjal dan pengikutnya akan musnah di tangan Nabi Isa Alaihissalam. 

Editor : Admin

Kontributor : Rof

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *