Orang Tua Wajib Tahu, Dampak Lain Gadget ke Anak Bikin Mata Minus

FOKUSLINTAS.com, TEKNOLOGI — Dalam sebuah kajian yang di publikasikan jurnal PLOS One menyebutkan, bagi kalangan anak-anak pelajar yang menghabiskan waktu selama berjam-jam dalam satu pekan menggunakan ponsel atau komputer bisa berisiko mengalami rabun jauh. Penggunaan gadget ini juga akan memberikan efek kelelahan pada mata, mata akan jadi kering, serta kelainan refraksi seperti mata minus.

Hal itu disebabkan tentang sinar yang berada di gadget dapat merusak mata anak. Ini karena biasanya anak bertatapan dengan sinar dari ponsel terlalu dekat dan anak sering bermain alat canggih itu. Kerusakan bisa dimulai dengan menggunakan kacamata minus di usia dini.

Data yang dihimpun fokuslintas.com, Banyak penelitian lain juga mengungkapkan hal sama, rata-rata anak-anak berusia dua hingga belasan tahun menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar ponsel atau tablet. Dinilai, jika gadget digunakan secara terus-menerus, apalagi sebelum tidur, anak akan kelelahan dan membuat mereka sulit tidur serta sulit bersosialisasi.

Adanya tren penderita rabun jauh saat ini sudah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, hal tersebut juga dihimbaukan pada setiap orang tua untuk lebih waspada dalam mendidik anak.

Kemudian dalam menyikapi masalah itu, Christopher Starr, pakar kesehatan mata dari Weill Cornell Medical Center di New York City juga memberikan solusi, diharapkan pihak orang tua bisa mengatur, memantau dan mengawasi secara serius dalam setiap aktifitas anak, khususnya bagi orang tua yang mempunyai anak hobby bermain gadget/handphone dalam kesehariannya.

“Terkait banyaknya korban gadget yang semakin bertambah tiap tahun tersebut, selain pada efek banyak negatif, ternyata dampaknya bukan hanya pada gawai saja akan tetapi merusak kesehatan mata dan banyak pelajar dari kecil banyak yang mata minus serta keluhan sakit lainnya, ,” Ungkapnya.

Menurutnya, dengan mengurangi main hp/gadget lalu lebih banyak bermain di luar akan lebih positif dan bisa melindungi kesehatan mata anak-anak, karena itu memicu zat kimia dopamine yang menjadikan mata lebih sehat.

“Mata akan semakin banyak bergerak dan melihat jauh dan dekat karena beraktivitas di luar,” ujarnya.

Bukan hanya kesehatan mata, anak-anak yang terlalu sibuk dengan gadget atau gawainya juga bisa mengalami disleksia. Anak-anak menjadi kurang memiliki empati dan tidak peka terhadap faktor sosial di sekitarnya.

Hal senada juga diungkap oleh Jim Kokkinakis pakar kesehatan mata dari Sydney Australia. Dia mengatakan, “Bahwa anak-anak yang sering menggunakan gadget/gawai berisiko mengalami kekeringan mata akibat sinar biru dari ponsel. Banyak anak-anak mengalami ketegangan mata karena terlalu lama di depan layar Hp atau tablet,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada perlindungan terhadap sinar biru dari gadget, lalu solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan ponsel pada anak.

“Sinar yang berada di gadget dapat merusak mata anak. Ini karena biasanya anak bertatapan dengan sinar dari ponsel terlalu dekat dan anak sering bermain alat canggih itu. Kerusakan bisa dimulai dengan menggunakan kacamata minus di usia dini.” Paparnya.

Masih menurut beberapa peneliti kesehatan, menghimbau jangan lupa untuk mengatur jarak antara gawai dan mata, sebaiknya meletakkan gadget lebih rendah dari ketinggian mata sehingga mata pun akan jadi lebih nyaman. Pencahayaan ruangan juga berpengaruh, hindari bermain gadget di tempat gelap serta aturlah level pencahayaan layar.

Satu hal yang mungkin sudah sering ditinggalkan anak-anak di zaman milenial sekarang. Memang gadget acap kali dimanfaatkan sebagai media pengalih perhatian yang menyenangkan bagi anak. Lewat gadget mereka bisa bermain sekalian belajar. Namun selain mengganggu kesehatan mata, alat ini juga memberikan efek bagi perkembangan anak. Di antaranya speech delay atau keterlambatan bicara.(*)

Editor : Admin

Kontributor : Tim FL

Related Post