Tersandung Kasus Aborsi, Bidan di Klaten Tak Bisa Pensiun Dini

FOKUSLINTAS.com, Klaten–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten memastikan bidan desa tersangka kasus aborsi tak bisa mengajukan pensiun dini. Hal itu menyusul proses hukum bidan yang berstatus PNS itu masih berlangsung.

Kepala BKPPD Klaten, Surti Hartini mengatakan bidan desa yang betugas di Polindes Kajen, Kecamatan Ceper berinisial AR itu tak bisa mengajukan pensiun dini lantaran sudah ditetapkan tersangka. Sesuai aturan, Pemkab harus menuggu ketetapan hukum kasus itu.

Kalau mau mengajukan pensiun dini ya tidak bisa. Malahan nanti bisa-bisa dia diberhentikan dengan tidak hormat. Yang jelas kita tunggu dulu, karena kita mengedepankan asas praduga tak bersalah, ujarnya Senin (11/03/2019).

Disisi lain, lanjut Surti, kini pihaknya masih menunggu proses hukum yang saat ini sedang dijalani, termasuk keputusan dari pengadilan nantinya. Sembari menunggu hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Klaten untuk membuat laporan. 

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010, pembinaan PNS dilakukan secara berjenjang. Sehingga hasil laporan sangat penting. Sebab sesuai aturan, Dinas Kesehatan harus membuat laporan tentang perkembangan kasus itu dan melampirkan foto kopi surat penahanan dari polisi.

Sudah saya koordinasikan, karena hasil laporan itu menjadi acuan kita juga. Jadi kita sifatnya menuggu, apabila nanti seluruh laporan untuk administrasi lengkap maka akan segera ditindaklanjuti, urai dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo menjelaskan sampai saat ini masih terus memantau perkembangan pemeriksaan yang dijalani bidan desa AR. Salinan berupa foto kopi surat penahan akan segera diminta.

Ya karena ini masuk ranah hukum, maka kita hanya bisa mengikuti saja. Dan yang pasti saya minta agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Harus menjunjung tinggi kode etik seorang bidan, pungkasnya.(Srt-Tim FL)

Editor : Admin

Kontributor : Rof

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post