Orang Bijak Itu Tenang dan Sadar Diri, Orang Dangkal Mudah Menilai Urusan Orang Lain

FOKUSLINTAS.com, SERBA SERBI – “Berhenti Mencibir Orang Lain Saat Kita Tak Tahu Apapun Tentangnya” apalagi makin berkembangnya teknologi jaman sekarang, dari hujatan sampai hoak juga merajalela, akses yang dipermudah juga banyak di salah gunakan.

Dalam hal ini terkait info atau berita apapun mudah menyebar, belum lagi yang hobby kongkow gerombol ngopi ngibul sana sini yang belum pasti arahnya. Ironisnya momen ke moment, seperti rutinitas update unggah ini itu sudah seperti kewajiban hidup saja, terkadang juga ada yang kurang bijak bermedsos dengan share atau up date perihal ini itu, sehingga saat ini mudah sekali tak sadar diri hanyai pandai menilai dan menghakimi orang lain semata.

Hanya karena orang lain terlihat dari buruk, cacat, kekurangan..atau sebaliknya lebih sukses, pikiran dan hati jadi kotor dan beranggapan dia melakukan kecurangan untuk sampai ke puncak tangga kesuksesannya ini. Cuma karena orang lain bisa mewujudkan impiannya, kita langsung bersikap sinis, buruk prasangka, suudzon padanya.

Namanya manusia, kita memang tempat salah dan lupa. Tak pernah bisa merasa puas. Tak pernah berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Saat orang lain lebih bahagia dan sukses, kita merasa rendah diri. Saat orang lain terlihat lebih dilapangkan jalannya untuk mencapai kesuksesan, kita malah berprasangka negatif tanpa alasan.

Kita Tak Pernah Tahu Apa yang Sedang Diperjuangkan Orang Lain


Mungkin ada temanmu yang saat ini terlihat sudah punya hidup yang enak. Kehidupannya membuat banyak orang merasa iri. Apa yang dimilikinya pun jelas hal-hal yang selama ini cuma bisa dimiliki oleh segelintir orang saja. Semua yang dimilikinya saat ini terlihat istimewa.

“Do you know what we call opinion in the absence of evidence? We call it prejudice.”
 Michael Crichton, State of Fear 


Kita mungkin dibuat iri dan cemburu dengan semua yang dimilikinya. Tapi kita juga perlu ingat kalau setiap orang punya kesulitan dan masalahnya.Tiap-tiap orang memiliki perjuangannya sendiri. Hanya saja mereka tak pernah mengeluh atau mengumbar keluh kesahnya pada orang lain.

Hidup Kita Sendiri Banyak Kekurangannya


Sibuk mengurusi dan mencampuri orang lain bisa membuatmu lupa dengan kehidupanmu sendiri. Setiap kali kita terlalu sibuk ikut campur dalam urusan orang lain, kita bisa lupa dengan fakta bahwa kehidupan kita pun banyak kekurangannya. Masih banyak kekurangan yang kita punya dan perlu diperbaiki. So, daripada membuang waktu mengurusi orang lain, kenapa nggak fokus memperbaiki diri saja?

Ubah Rasa Iri Itu Jadi Motivasi dalam Diri


Kadang kita menghakimi atau berprasangka buruk pada orang lain karena sesungguhnya kita iri dengan yang ia punya. Ingin sekali kita memiliki dan mendapatkan apa yang kini jadi miliknya.

Dengan kata lain, yang kita rasakan sesungguhnya adalah rasa iri. Kalau hal ini terus dipelihara, wah bisa-bisa kamu malah menjatuhkan dirimu sendiri. Coba ubah rasa iri itu jadi motivasi diri. Motivasi untuk melakukan yang terbaik dalam hidup dan mencapai impian serta kesuksesan yang kita idamkan.

“Never judge others. You both know good and well how unexpected events can change who a person is. Always keep that in mind. You never know what someone else is experiencing within their own life.”
 Colleen Hoover, Slammed 

Menghujat Hanya Memperparah Keadaan


Biasanya hal ini kerap terjadi di media sosial. Saat kita bisa dengan mudahnya menghakimi, menyalahkan, dan memojokkan pihak tertentu dari komentar-komentar yang kita buat. Tak menggali info lebih dalam dan tak berusaha mencari kebenarannya lebih dulu.

Akhirnya yang terjadi hanyalah saling menghujat dan saling menyalahkan satu sama lain. Hubungan yang tadinya dekat jadi renggang karena cibiran dan hujatan.

Yuk, sama-sama lebih bijak lagi dalam menjaga hubungan baik dengan orang lain. Sedih sekali pastinya jika hubungan kita dengan seseorang jadi renggang hanya karena kita membuat tuduhan yang tak beralasan.(*)

Editor : Admin

Kontributor : Sesbania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post