Pemerintah Buat Perjanjian Dagang dengan Inggris

FOKUSLINTAS.com, EKONOMI – Indonesia dan Inggris mulai menjajaki pembahasan kerja sama bilateral sebagai antisipasi ketika negara di barat laut Eropa itu resmi keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Direktur Eropa 1 Kementerian Luar Negeri RI, Dino Kusnadi mengatakan salah satu perjanjian dagang yang dijajaki adalah kesepakatan kerja sama perdagangan kayu yang tertuang dalam Forest Legal Enforcement, Governance and Trade – Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA) antara Inggris dan Indonesia.

“FLEGT yang akan ditandatangani Indonesia dan Inggris memang salah satu antisipasi kita terhadap Brexit. Jika memang Inggris keluar dari Uni Eropa, kita masih ada skema perjanjian lain,” kata Dino, Kamis (28/03/2019).

Sebelumnya, Indonesia telah menyepakati FLEGT dengan Uni Eropa. Skema perizinan ini merupakan hasil perjanjian kemitraan sukarela kedua belah pihak untuk mengatasi pembalakan liar, memperbaiki tata kelola hutan, dan juga mempromosikan produk kayu legal Indonesia.

Dino memaparkan kesepakatan FLEGT VPA dengan Inggris perlu dibuat sebagai antisipasi jika Inggris sudah resmi keluar dari Uni Eropa dan tidak mengikuti skema perdagangan blok tersebut. Ketika Inggris sudah tidak mengikuti skema EU, maka perjanjian ini akan membuatkan landasan hukum sehingga kontinuitas itu terjaga.

“Dari segi luar negeri, perjanjian ini merupakan komitmen Indonesia dalam menunjukkan pelestarian lingkungan hidup dengan menyediakan kayu-kayu yang legal untuk Eropa, dan Inggris jika sudah keluar dari Uni Eropa,” ucap Dino.

Dino memaparkan kesepakatan FLEGT VPA dengan Inggris akan diteken oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik besok.

Dino memaparkan format perjanjian kedua negara serupa dengan skema yang sebelumnya sudah diteken Indonesia dengan Uni Eropa. Selain perdagangan kayu, Dino juga memaparkan Indonesia sudah menyortir sejumlah perjanjian dagang lainnya dengan Inggris yang sekiranya terpengaruh akibat Brexit. (*)

Kontributor : Tim FL

Editor : Admin

Related Post