Kabar Baik Petani di Klaten, Menteri BUMN Beri Bantuan Pupuk 1000 Ton

FOKUSLINTAS.com, KLATEN–Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyediakan kurang lebih 1.000 ton pupuk non subsidi berupa urea dan NPK bagi petani di Kabupaten Klaten. Ribuan ton pupuk tersebut dijual dengan harga jauh di bawah harga pasaran.

Kegitan bertajuk pasar murah itu dilakukan di Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP) Pusri Kecamatan Ceper pada, Rabu (10/04/2019). Hadir langsung dalam kegiatan itu adalah Menteri BUMN, Rini M Soemarno dan sejumlah pegawai lain termasuk dari PT Pupuk Indonesia (Persero).

“Jadi ini merupakan program bagian dari ulang tahun BUMN, dan tahun ini aktifitas kegiatannya cukup panjang. Apalagi keuntungan BUMN pada tahun 2018 bagus sekali, diatas Rp 200 triliun,” kata Rini melansir sorot usai menghadiri pasar murah, Rabu sore.

Capaian yang positif itu, lanjut Rini, membuat Kementerian BUMN bersama Pupuk Indonesia perlu berbagi kepada masyarakat dengan cara memberikan pupuk murah. Total pupuk yang disediakan bagi petani mencapai 1.000 ton, dengan rincian 500 ton urea dan 500 ton NPK. 

Pupuk non subsidi itu dijual dengan harga murah. Pupuk urea yang biasanya seharga Rp 5.000 per kilogram kini dijual dengan harga Rp 1.000 per kilogram. Sementara pupuk NPK yang harga pasarannya sekitar Rp 6.500 per kilogram, hanya dijual seharga Rp 1.300 per kilogram.

“Total kita sediakan 10.000 ton, tapi tersebar di beberapa titik. Dan Klaten salah satunya, nanti setelah ini masib ada daerah lain. Insyaallah 6-7 titik lagi, semoga bisa membuat hasil panen pateni lebih baik,” imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengaku bahwa kegiatan ini sekaligus memperkenalkan produk non subsidi kepada petani. Sebab, diakuinya masih ada petani yang belum memperoleh pupuk bersubsidi karena berbagai persoalan.

“Ada yang belum menerima pupuk subsidi karena beragam sebab, seperti belum tergabung dalam gapoktan, belum menyusun RDKK atau alokasi di daerah yang terbatas. Maka pupuk non subsidi bisa menjadi alternatif bagi petani,” urai dia.

Disisi lain, pada tahun ini fokus retail yang tengah dilakukan adalah memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk subsidi pada tingkat nasional. Pihaknya memastikan 70 persen produk dari semua Pupuk Indonesia bakal diutamakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Editor : Admin

Kontributor : Memet