Kabar Baik, Pasar Jebres Solo di Resmikan

FOKUSLINTAS.com, SOLO – Kirab Boyongan para pedagang menandai peresmian bangunan baru Pasar Jebres, pada Kamis (11/4/2019). Para pedagang itu membawa sebuah tumpeng dan dua buah gunungan berisi jajan pasar tradisional dan buah-buahan.

Kemudian, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo memotong tumpeng tersebut, menandatangani prasasti, penekanan sirine dan pemotongan untaian melati sebagai simbol diresmikannya Pasar Jebres.

Kepala Dinas Perdagangan, Subagiyo menjelaskan, bangunan Pasar Jebres digunakan untuk menampung sebanyak 661 pedagang. Dibagi dalam beberapa zona, zona sayur, zona buah, zona daging, zona ikan, zona grabagan, zona klontong.

Menurut Subagiyo, bangunan dua lantai itu sudah mengakomodasi kebutuhan para pedagang. Salah satunya terdapat tempat penggilingan daging dari awalnya 3 unit sekarang menjadi 4 unit.

Fasilitas lainnya yang dibagi dalam 3 bangunan, ada kios, los, mushala, pos keamanan, ruang kesehatan, ruang laktasi, toilet, tempat buah-buahan, tempat kuliner, kantor pasar, akses khusus bagi disabilitas, CCTV, tempat pengolahan limbah, gudang dan ruang bongkar muat.

“Jadi yang jelas, persoalan di sekitar Pasar Jebres bisa tertampung, dan bisa dimasukkan di dalam pasar. Kami menata pedagang kios, loss, oprokan sekaligus pedagang kaki lima (PKL) sehingga Jalan Prof Yohanes dan Jalan Shidutan steril dari lapak PKL,” kata Subagiyo kepada solotrust.com di sela acara peresmian.

Di samping itu, Subagiyo tak menampik, bila penambahan jumlah pedagang di bangunan baru Pasar Jebres memberikan dampak terhadap lokasi usaha para pedagang. Seperti halnya pedagang yang awalnya mengantongi lebih dari tiga surat hak penempatan (SHP) los ditukar dengan satu SHP kios, termasuk pengurangan ukuran tempat usaha, yang awalnya 1,5 x 4 meter jadi 1,15 x 4 meter.

“Para pedagang menerima tidak ada gejolak, tidak ada protes, sudah kami komunikasikan. Sejak awal memang disiapkan untuk menampung PKL sekitar pasar, dari awalnya kisaran 400 pedagang jadi 600an pedagang ” bebernya.

Adapun Pasar Jebres dibangun di atas lahan milik PT. KAI dengan luas 3.993 meter persegi. Revitalisasi dilakukan sejak tahun 2018 dengan anggaran Rp 18,5 miliar dengan rincian Rp 13 miliar merupakan bantuan Pemprov Jateng dan APBD kota Rp 5,5 miliar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menerangkan, revitalisasi Pasar Jebres merupakan bentuk komitmen Pemkot untuk mempertahankan pasar tradisional.

Kata Purmomo, Pasar Jebres merupakan pasar tradisioanal ke 32 dari 44 pasar tradisional yang sudah direvitalisasi, hal ini dimaksudkan agar pasar tradisional di Solo sudah jauh dari kesan kumuh dan kotor.

“Pembangunan pasar ini kami lakukan sebagai upaya untuk mengembalikan daya tarik pasar tradisional di tengah era modern seperti sekarang ini,” kata Wawali. (adr)

Editor : Admin

Kontributor : Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post