Temuan 2.000 Rekening Untuk 584 Sekolah di Sragen, Ini Ungkap Bupati

FOKUSLINTAS.com, SRAGEN — Terdapat laporan adanya jumlah rekening sekolah untuk SD dan SMP mencapai 2.000 rekening bank, hal itu diterima Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Hal itu terungkap ketika dalam pembinaan aparatur sipil Negara (ASN) di Gedung PGRI Karangmalang, Sragen, yang dihadiri 650 orang kepala sekolah se-Kabupaten Sragen, Jumat (12/4) kemarin.

Data yang di himpun, ada kejanggalan padahal jumlah SD negeri se-Sragen hanya 535 sekolah dan SMP negeri 49 sekolah. Kemudian oleh Bupati akan menertibkan rekening bank itu dengan ketentuan satu sekolah satu rekening serta pemeriksaan awal bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dia juga menghimbau untuk kedepannya tidak ada lagi rekening pribadi kepala sekolah yang digunakan untuk menerima dana sekolah.

Kemudian rekening gemuk itu harus ditertibkan dan semua rekening yang digunakan sekolah harus ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Sragen.

“Ini fakta, ada pemeriksaan mosok rekening bank di sekolah sampai 2.000 rekening. Padahal jumlah sekolahnya saja SD sekitar 500 sekolah dan SMP hanya 50 sekolah, bukankah seharusnya satu sekolah satu rekening bank,” ungkapnya.

Bupati juga menekankan kepada seluruh kepala sekolah agar pelaporan dana bantuan operasional sekolah (BOS) juga harus tertib seperti dalam postur APBD. 

Selanjutnya bersama Sekdanya Tatag Prabawanto juga memberikan keterangan, soal pelaporan dana BOS itu harus diperinci penggunaannya untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung, belanja barang atau jasa, bukan pemasukan dan pengeluarannya harus jelas.

“Kalau sekolah mau menghendaki memiliki 2-3 rekening harus dibicarakan lebih lanjut tetapi dengan syarat semua rekening bank itu harus aktif dan harus ada SK Bupatinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi, saat dikonfirmasi juga mengatakan bahwa penertiban pelaporan BOS sudah dilakukan secara bertahap.

Pihaknya juga mengakui tidak mudah terkait mengurus satuan pendidikan yang jumlahnya banyak. Selain itu juga butuh waktu untuk melakukan pendataan.

Terpisah, Kabid SMP Disdikbud Sragen, Prihantomo, mengatakan setiap sekolah memang memiliki rekening bank lebih dari satu karena digunakan untuk penerimaan BOS dan bantuan lainnya.

Dia juga mengatakan jumlah rekening sampai 2.000 rekening itu disebabkan adanya peralihan rekening sehingga rekening lama masih terdaftar.

“Bisa saja rekening lama itu belum ditutup padahal itu sudah tidak aktif dan mungkin tidak ada saldonya. Memang selama ini sering kali ada perbedaan dalam pelaporan antar rekening karena adanya bunga bank.” Terangnya. ( Slp/Tim FL )

Editor : Admin