Menjadi “Wong Jowo” Berkekuatan Sebuah Prinsip

FOKUSLINTAS.com, OPINI – Pada suatu ketika, ada seorang pria yang menyatakan ketertarikannya pada sebuah instansi misal sebuah Media. Alasannya, ia kagum karena Media itu punya prinsip lain dan wajib dikembangkan dengan aneka ragam planing-planing akhirnya berprinsip setia ke Media tersebut tidak bercabang ngalor-ngidul nggak jelas.

Kemudian muncul pertanyaan, apa hebatnya seseorang yang punya prinsip? Kenapa bagi sebagian orang, memiliki prinsip itu sebuah keistimewaan? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prinsip diartikan sebagai asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya).

Lalu memiliki prinsip berarti punya pedoman atau pegangan untuk memandang kehidupan, lalu berprilaku sesuai pedoman tersebut. Seseorang yang berpegang pada suatu prinsip, cenderung lebih semangat menjalani hidup, berani dan tahan banting. Langkahnya pun lebih terarah, karena prinsip itu menuntunnya ke sebuah tujuan, yang secara pasti diyakininya sebagai sebuah kebenaran.

Pantas saja memiliki prinsip dianggap istimewa. Sebab, imagenya positif. Dan biasanya, orang sukses itu pasti punya prinsip hidup.

Namun, apakah secara otomatis memiliki prinsip itu bisa dikatakan baik?

Bagaimana kalau seseorang punya prinsip, “semua cara adalah sah-sah saja demi mencapai tujuan”. Orang-orang berprinsip demikian tak segan menyuap si A agar mempermudah birokrasinya misalnya. Atau, demi bisa menjadi (background Z ) mereka rela berbuat curang dengan “menyogok orang dalam”.

Jika mereka adalah pengusaha, demi melancarkan bisnisnya mereka bersedia merogoh kantong untuk merayu dan mengajak pemegang otoritas bersekongkol menipu khalayak.

Gawatnya, jika yang berprinsip demikian adalah sosok pemimpin. Mereka tega bersandiwara, mengumbar janji-janji semu pada ini itu hanya demi meraih ambisi. Jika segala cara dianggap boleh demi kepentingan diri, maka hak orang lemah pasti dilanggar. Adakah orang-orang yang berprinsip demikian di kehidupan kita sehari-hari?

Jawabnya simpel, kalau mereka tak ada, kehidupan kita pasti aman. Kalau mereka sedikit jumlahnya, kita tidak akan sampai mengalami krisis ekonomi, krisis keamanan, krisis moral dan masalah lainnya. Kenyataannya, arus kehidupan kapitalistik hari ini, menggerus nilai-nilai ruhiyah, kemanusiaan dan moral pada diri banyak orang. Hingga yang mendominasi adalah prinsip materialistis.

Untuk itu patut kita sadari, ketika orang yang berprinsip bisa berkontribusi besar bagi kehidupan, maka harus dipastikan bahwa mereka memiliki prinsip yang benar. Sebagai seorang jawa, bisalah menjadi contoh terbaik dalam segala hal, termasuk sebagai teladan memilih prinsip hidup. “hidup untuk meraih ridho Gusti”.

Prinsip hidup sangat indah. Prinsip orang jawa yang membuat jadi panutan. Prinsip jawa yang mendorong mencintai manusia sedemikan rupa, hingga rela menyerahkan seluruh hidup demi penyebaran risalah prinsip di dunia.

Prinsip jawalah yang membentuk citra bagi pemimpin yang adil, dermawan dan bijaksana. Prinsip jawalah yang membuat konsisten. Semua karena prinsip jawa, yang mengajarkan kecintaan hakiki pada sesama.

Mereka berkeinginan agar nikmatnya prinsip juga iman dirasakan semua orang. Mereka berkehendak agar rahmat dapat menaungi semua. Mereka berharap agar kebodohan segera terhenti, berganti dengan meratanya keterbukaan prinsip dengan loyalitas tinggi.

Namun, sekarang cuma tersisa sedikit dari kaum jawa yang tetap teguh menjalani prinsip hidup. Banyak orang tak berprinsip yang kini menguasai, dengan prinsip rusak kapitalis sekulernya.

Kita harus bangkit dari keterpurukan. Kita ingin berlepas diri dari penjajahan gaya baru. Kita bermaksud mengembalikan cahaya hidup yang akan mewujudkan kemashlahatan bagi makna alam. Prinsip jawa yang telah tertanam dalam dada takkan mudah disingkirkan.

Prinsip jawa mengajarkan dengan pasti bahwa dunia hanya ladang mengumpulkan amal sebagai bekal kehidupan. Mari orang jawa, tunjukkan kekuatan prinsip jawamu. Tetaplah konsisten berjuang mengembalikan kehidupan jawa demi kebaikan Media kita ini.

SALAM REDAKSI

LILIEK EDHIE M