Syadranan di Desa Tegalgondo Klaten, Ini Yang di Lakukan Warga

FOKUSLINTAS.com, KLATEN – Tepat tanggal 21 April 2019, dewan pembina fokus lintas bersama masyarakat ahli waris Pesarean Gedong Tegalgondo, Kec. Wonosari, Kab. Klaten mengadakan acara rutin tiap tahun syadranan yang dilaksanakan setiap bulan ruwah.

Acara tersebut diikuti seluruh masyarakat yang punya ahli waris di makam Gedong dan dilaksanakan pada pagi hari.

Menurut cerita yang di peroleh dari para leluhur Desa Tegalgondo. Acara syadran dilaksanakan tiap ruwah artinya di bulan nifsu syaban yang mana merupakan bulan penuh pahala apabila kita banyak berzikir, baca Alqur an ( Tadarus) dan melaksanakan Solawat untuk Baginda Nabi Muhammad SAW.

Oleh keluarga besar sydranan Makam Gedong juga melaksanakan Tadarusan qatam 30/jus, salah satunya terselenggara dikediaman Hartati bersama anak dan menantu beserta keluarganya dengan niat khusus memohon ampun pada Allah SWT agar seluruh almarhum dan almarhumah yang di makamkan di makam Gedong mendapat ampunan dariNya. Terpisah juga ada baca sholawat untuk Baginda Nabi Muhammad SAW bersama santri santri di rumah ibu Mamik jogja bahwa dengan niat mohon kepada Allah memberikan berkah dan barokahNya semoga seluruh almarhum atau almarhumah yang ada di maksm Gedong dapat safaat Nabi Muhammad pada hari kiamat nantinya.

Selanjutnya pagi hari dilanjutkan besik ( bersih bersih makam ) untuk persiapan syadranan bersama di makam Gedong, puncak acara di mulai jam 7 pagi peserta syadranan untuk nyekar atau berdoa sendiri di depan makam keluarganya.

Tepat pukul 09.00 WIB pagi seluruh peziarah atau peserta syadranan berkumpul di bangsal untuk zikir tahlil bersama dan doa. Lalu dzikir tahlil juga di pimpin oleh Shopyan Tsauri.

Acara yang di ikuti lebih dari dua ratus orang ini sangat khusyuk sekali, pada akhir acara Mbah memed selaku ketua paguyuban ahli waris sekaligus ketua panitia tahunan juga mengatakan dalam sambutannya,

“Di samping kita melaksanakan doa bersama dengan dzikir tahlil bertujuan untuk memohon ampunan pada Allah semoga seluruh almarhum dan almarhumah dimaafkan dosanya dan semoga dapat safaat Nabi Muhammad di hari kiamat nanti,” ungkapnya.

Acara tersebut juga merupakan hari silaturohmi dengan para keluarga, tetangga, sanak saudara di makam tersebut.

“Disamping itu marilah kita yang masih hidup menjaga kehormatan para leluhur kita dengan filosofi mendem jero mikul duwur artinya setiap keluarga kita yang telah meninggal dunia jangan sekali di ungkap kan segala kesalahannya saat beliau masih hidup karena manusia tidak sempurna dan segala perilaku para leluhur kita yang baik mari kita lanjutkan. Dengan setiap tahun sekali kita berkumpul dimakam semoga saudara saudari kita di paguyuban Pesarean Gedong di ingatkan suatu saat kita akan dipanggil sang Kholik, sebelum kita meninggal dunia mari kita tingkatkan iman dan taqwa kita pada Alloh SWT.” Imbuhnya.

Mengakiri sambutannya ketua penyelenggara membacakan anggaran dan dana penyelenggaraan, semua berasal iuran secara sukarela dari peserta.

( Mbah Memed)

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *