Diklaten, Pelaku Penebar Racun Sungai di Gerebek Polisi dan Warga

FOKUSLINTAS.com, KLATEN – Aksi pencemaran lingkungan terutama di aliran sungai kian menjadi perhatian banyak pihak. Sejumlah warga dan pegiat peduli sungai berhasil menangkap pelaku penebar racun di aliran pertemuan antara Sungai Dengkeng dengan Bengawan Solo di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring.

Ketua Sedulur Mancing Mania Klaten, Arif Munandar mengatakan penangkapan pelaku peracun ikan itu terjadi, Jumat (10/05) malam. Awalnya, sebanyak dua orang warga sedang mancing ikan di aliran sungai itu. Namun tak berselang lama, mereka melihat puluhan orang mencurigakan sedang berdiri di pinggir sungai.

Saat dicek ternyata mereka sedang meracun sungi, jumlah mereka cukup banyak sekitar 20 orang. Maka dua pemancing tadi akhirnya kembali untuk mencari bantuan kepada warga sekitar termasuk komunitas mancing yang ada di situ,” jelasnya Senin (13/05/2019).

Mendapati informasi tersebut, akhirnya sejumlah warga setempat bersama anggota polisi bergegas menuju lokasi penyebaran racun untuk menggerebek aksi pencemaran lingkungan itu. Dalam penggerebekan itu, sebanyak  sembilan pelaku beserta barang bukti berupa sepeda motor, jaring dan racun berhasil diamankan.

Ya memang banyak yang lari kabur, tapi beberapa berhasil kita tangkap. Dengan jumlah sepeda motor sekitar 11 unit, kami juga menemukan jaring dan beberapa obat yang diduga sebagai racun ikan,” kata dia.

Sebanyak sembilan pelaku itu lantas digelandang ke Mapolsek Juwiring untuk penanganan lebih lanjut. Mereka berharap agar pelaku bisa diproses hukum karena aksi pencemaran lingkungan menggunakan racun sangat berbahaya, salah satunya bagi perkembangbiakan ikann, serta membuat ekosistem sungai rusak.

Sementara itu, Divisi Komunikasi dan Humas, Sekolah Sungai Klaten, Arif Fuad Hidayat meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus pencemaran lingkungan itu. Para pelaku bisa dijerat UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun.

Ini bukan masalah perut lagi, tapi kejahatan lingkungan yang dilakukan secara terstruktur. Sehingga harapan kami para pelaku ini bisa ditahan, karena ada barang buktinya, ada saksinya, dan masih banyak lagi. Kita akan mengawal terus kasus ini agar bisa sampai pengadilan,” kata Arif.(Srt-Awi-Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post