Kasus BLUD RSUD Salatiga, Begini Kelanjutannya

FOKUSLINTAS.com, HUKUM – Anggota Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Salatiga, Sri Mulyono yang disebut sebut oleh korban saat audensi di DPRD Salatiga angkat bicara kembali. 

Dia membantah dan mengatakan tidak pernah bekerjasama dengan Listyorini  yang menerima uang dari para korban dugaan penipuan rekrutmen pegawai non PNS di BLUD RSUD Salatiga.

“Mohon maaf, saya tidak pernah bekerja sama dengan Listyorini untuk memuluskan proses jual beli calon pegawai, dan saya tidak pernah menjanjikan mereka (korban) diterima apalagi mendapatkan SK kepada para korban,” tandas Sri Mulyono dalam kiriman wathsapp (WA), Selasa (13/05/2019) malam.

Sri Mulyono mengakui menemui mereka sebatas memberi keterangan sebagai dewan pengawas bahwa akan ada rekrutmen BLUD RSUD dan persyaratannya.

Sementara itu pengacara korban penipuan, Bambang Tri Wibowo dari Kantor Advokat Jalan Pemotongan Salatiga, dihubungi wartawan, Selasa (14/05/2019) masih mengumpulkan bukti kuitansi dan bukti lainya dari para korban untuk melaporkan kasus ini dalam bentuk pengaduan terlebih dahulu kepada aparat kepolisian.

“Saya sudah mengumpulkan bukti dan dalam waktu tidak lama melapor dan mengadukan ke Polres Salatiga. Kami masih menyusun semuanya,” tandas Bambang Tri Wibowo. 

Ketua Komisi A DPRD Salatiga, Bambang Riantoko menegaskan karena selain nama Sri Mulyono disebut oleh korban, juga sempat muncul di kronologi nama Walikota Salatiga disebut-sebut. Karena itu, dirinya segera mengeluarkan surat untuk mengundang Walikota Salatiga, Yuliyanto untuk klarifikasi masalah ini ke Komisi A DPRD Salatiga.

“Kasihan Walikota disebut-sebut, kami akan mengundang beliau untuk menjelaskan masalah ini,” tandas Bambang Riantoko. (KR-FL)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post