Penyebab Belum Jelas, Produksi Mebel di Trucuk Klaten Terbakar

FOKUSLINTAS.com, DAERAH – Sebuah bangunan produksi mebel milik Riyanto Nugroho yang berada di Dukuh Karangmojo, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk ludes terbakar, Senin (13/05/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, Riyanto ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh salah satu kerabat Riyanto yakni, Sunarno (50) sekitar pukul 22.30 WIB. Kala itu Sunarno yang berada di dekat bangunan itu mendengar suara percikan dari dalam. Lantaran curiga dengan suara itu, ia lantas memeriksanya.

Awalnya saya curiga ada suara percikan dari dalam bangunan, padahal saat itu sedang tidak ada aktivtas oven kayu. Saya pun segera mengecek dan ternyata kobaran api sudah membesar hingga merembet ke atap,” kata Sunarno Selasa (14/05/2019) siang.

Merasa terkejut dengan kobaran api itu, ia lantas bergegas memberitahu Riyanto sembari berteriak meminta tolong kepada masyarakat setempat. Sejumlah warga yang tiba di lokasi langsung berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu tak membuahkan hasil karena kobaran api kian membesar.

Sempat dipadamkan dengan peralatan seadanya, tapi tidak mempan. Api justru semakin besar karena didalam bangunan itu ada tumpukan kayu, tiner, dan serbuk kayu. Sehingga api sulit padam, dan bahkan semakin besar. Beruntung ada Damkar Klaten, jadi lebih mudah,” imbuhnya.

Akibat kebarakan itu, bangunan produksi mebel seluas 8 x 15 meter ludes terbakar. Atap bangunan roboh, sedangkan kayu mebel yang siap kirim juga hangus, termasuk sejumlah mesin pemotong kayu. Kerugian materiil akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 400 juta. Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu.

Tidak ada yang terluka dan tidak merembet ke bangunan rumah. Api bisa padam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Untuk kerugian ditaksir ya ratusan juta, karena banyak yang terbakar, apalagi mesin-mesin juga rusa. Semua ludes tanpa ada sisa,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, usai kejadian itu sejumlah warga langsung bahu-membahu gotong royong untuk membereskan sisa-sisa reruntuhan bangunan. Disinggung peyebab korbaran api, dirinya mengaku belum bisa memperkirakan secara pasti. Sebab pada saat itu, tidak ada aliran listrik yang masuk ke bangunan.

Kalau listrik sepertinya tidak, karena pada saat malam posisinya padam. Sedangkan dari oven juga bukan, karena tidak ada kegiatan. Jadi kami belum tahu secara pasti penyebabnya,” pungkas dia.(Srt-Nng-Den)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post