Ada ‘Jeglongan Sewu’ di Klaten, Warga pun Aksi Protes

FOKUSLINTAS.com, KLATEN – Sejumlah warga Dukuh Doyo, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper memiliki cara tersendiri dalam memprotes kerusakan jalan di desa setempat yang terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya. Protes warga itu diwujudkan dengan membuat sindiran bernada melalui spanduk.

Berdasarkan pantauan dilokasi, ada tiga spanduk yang terpasang disepanjang jalan penghubung Desa Ngawonggo dengan Kecamatan Delanggu itu. Dua spanduk berisikan sindiran yakni ‘Selamat Datang di Desa Wisata Jeglongan Sewu’ dan satunya berisi ‘Anda Memasuki Kawasan Jalan Jeglongan Sewu’.

Kondisi jalan sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut sangat memprihatinkan. Kubangan dengan beragam ukuran menghiasi jalan tersebut, bahkan sebagian jalan sudah mengalami rusak parah. Aspal mengelupas hingga membuat kondisi jalan terlihat bergelombang berisikan batu dan pecahan kerikil berbalut sisa apal.

Itu jalur utama, kalau mau ke Solo dan Delanggu pasti lewatnya jalan itu. Tapi justru rusak parah, dan sudah dialami sejak beberapa tahun yang lalu,” ujar salah satu warga setempat, Dadiyo (52), Rabu (15/05/2019) siang.

Akibat rusaknya jalan itu, pengguna jalan terpaksa harus lebih berhati-hati dalam berkendara.

Jika musim penghujan, kubangan jalan akan dipenuhi genangan air yang mengakibatkan sangat licin. Sedangkan pada saat musim kemarau, debu dan pasir menggumpal hingga masuk ke rumah-rumah warga sekitar. 

Sehingga, saking kesalnya warga dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki itu.

Mereka berinisiatif mengajukan protes dengan cara membuat sindiran. Tak hanya itu, di tepi sepanjang jalan itu juga sengaja didirikan batang pohon.

Hal itu sebagai salah satu rambu-rambu agar pengguna jalan lebih hati-hati.

Itu baru dipasang tadi malam. Ya kalau dari kami hanya ingin kerusakan jalan segara diperbaiki, hanya itu saja tuntutan kami. Tadi juga sudah bertemu dengan kepala desa dan sudah disampaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngawonggo, Ari Suryanto saat dikonfirmasi mengaku sebetulnya ruas jalan itu akan diperbaiki tahun ini menggunakan dana desa. Hanya saja dalam perbaikan nanti harus dilakukan secara bertahap, sebab diperkirakan untuk memperbaiki keseluruhan menelan dana sekitar Rp 100 juta.

Itu sebetulnya sudah kita bahas dalam Musrenbangdes. Tahun ini segera dilaksanakan, tapi bertahap dulu. Nanti rencanaya kita perbaiki dalam bentuk betonisasi,” kata Ari. (Srt- Awi-Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *