Banyak Rusak, Pasar Jungke Karanganyar Butuh Renovasi

FOKUSLINTAS.com, KARANGANYAR – Perbaikan Pasar Jungke kembali gagal terealisasi tahun ini. Sejak dibangun pada tahun 1985, pasar tradisional di lokasi paling strategis di Kabupaten Karanganyar ini belum tersentuh perbaikan berarti meski bangunannya sudah rapuh.

“Kerusakannya diperbaiki sedikit-sedikit. Terutama di bagian atap. Padahal pasar ini terletak di lokasi strategis. Dekat perkantoran dan perkampungan. Juga, buka setiap hari. Perbaikannya seakan hanya wacana. Belum pernah terealisasi,” kata Kepala Kantor Pasar Jungke, Sumardi, Jumat (17/5).

Berdiri di atas lahan 8.900 meter persegi, Pasar Jungke memiliki 700-an pedagang. Mereka terbagi di 400 pedagang los dan oprokan serta 538 kios. Ia mengatakan, pasar tradisional ini berimpitan dengan Terminal Jungke sehingga tak pernah sepi aktivitas. Bahkan setoran ke pendapatan asli daerah (PAD) termasuk paling bagus diantara pasar tradisional milik Pemkab lainnya.

“Tahun 2018 menyetor 207,5 juta. Standar tiap tahun segitu. Termasuk paling tinggi,” katanya.

Setahu dirinya, perbaikan Pasar Jungke diusulkan bersamaan rehab Pasar Nglano. Namun, hanya proyek di Pasar Nglano, Tasikmadu yang disetujui dan terealisasi. “Itu kebijakan di pusat. Kami hanya pelaksana saja,” katanya.

Selain kerusakan di atap, kondisi kumuh terlihat di setiap los dan gang maupun shelter penjualan daging. Penataan terakhir di Pasar Jungke pada perbaikan 66 kios dan renovasi kios di muka pasar pada 2013 lalu. Kemudian di tahun tersebut, Pemkab memasang material lantai. Belum lama ini, papan elektronik informasi harga di Pasar Jungke diturunkan karena rusak. Sumardi mengatakan sampai saat ini papan tersebut belum diperbaiki oleh dinas terkait. (Lim-FL)

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *