Mengenal Pesanggrahan Nyi Roro Kidul di Kebumen

FOKUSLINTAS.com, SEJARAH – Cungkup Pesanggrahan Nyi Roro Kidul berada di sisi sebelah kiri pos penjagaan di gerbang dan pembayaran tiket masuk ke Pantai Karangbolong, Kebumen.

Lokasi bagian depan pesanggrahan yang berupa lapangan sangat luas. Di lapangan ini terdapat sebuah patung berukuran cukup besar, menggambarkan sosok seorang pria bercawat yang tengah mengambil sarang burung walet. Simbol kejayaan bisnis masa lalu yang kini telah pudar.

Tampak depan Pesanggrahan Nyi Roro Kidul dengan gapura candi bentar serta sepasang arca Dwarapala di depannya, dan pagar besi yang digembok di belakangnya. Pada gerbang candi bentar itu terdapat relief sepasang sayap yang indah di masing-masing candi, serta ada pula relief stupa.

Kedua arca Dwarapala digambarkan dengan mata melotot hingga biji matanya keluar, kumis tebal baplang yang naik ke atas di ujungnya, telinga bergiwang, gada di satu tangan sedangkan tangan lainnya menggenggam badan ular. Kepala ularnya tepat di atas kening arca. Satu lutut menyentuh lantai, dan lutut lainnya menyangga tangan.

Kuncen tempat itu ternyata seorang wanita, dengan sorot mata tajam, berusia sekitar 45 tahunan. Nyi Supariah mengaku berasal dari Cirebon dan ia sudah jalan 10 tahun bertugas merawat Pesanggrahan Nyi Roro Kidul, menggantikan kuncen sebelumnya di saat bisnis sarang burung Walet di Kebumen mulai redup.

pesanggrahan nyi roro kidul kebumen

Ketika masuk ke bagian dalam Pesanggrahan Nyi Roro Kidul Kebumen ini adanya pintu kecil untuk masuk kamar dimana terdapat tempat tidur, lengkap dengan kasur dan bantal gulingnya, serta ada kain motif parang yang digantung pada tepian kaca ruangan. Tempat yang disediakan untuk sang Nyai.

Jika ada pengunjung datang ke tempat ini, Nyi Supariah yang mengurusnya. Pengunjung yang ingin menginap bertirakat di sini hanya boleh tinggal paling lama 3 hari 3 malam. Namun ada juga tamu yang menginap hanya satu malam.

Nyi Supariah bercerita bahwa sekarang tidak ada lagi keramaian tahunan di Pesanggrahan Nyi Roro Kidul semenjak bisnis sarang burung walet tak lagi mencorong sinarnya.

Di masa jaya bisnis Sarang Burung Walet di Kebumen, di tempat Pesanggrahan Nyi Roro Kidul ini selalu diselenggarakan keramaian tahunan dengan memotong kerbau, menanggap wayang kulit semalam suntuk, topengan, serta kuda lumping.

Namun semenjak ia menjadi kuncen, acara itu sudah tidak lagi diselenggarakan seiring menghilangnya burung Walet dari gua-gua di Kebumen.

Selain lukisan Nyi Roro Kidul yang dibuat oleh pelukis supranatural serta dua buah kendi dan sejumlah persembahan, di dalam ruangan juga ada sebuah patung garuda berukuran besar dengan sayap mengepak, berdiri di atas roda yang bisa menggelinding. Patung itu sepertinya menjadi saksi masa-masa kejayaan usaha sarang burung walet. 

Diluar bersih-bersih pesanggrahan setiap harinya, seminggu sekali Nyi Supariah mengganti sprei dan kain penutup lainnya yang ada di dalam ruangan ini. Di dalam ruangan itu isinya pakaian yang seluruhnya berjumlah 175 buah, berasal dari pengunjung yang merasa sukses setelah bertirakat di tempat ini. Ada kain parang, ikat wulung, selendang mojang, baju lurik, dan benting putih.

Meskipun sudah tidak ada keramaian tahunan di tempat ini, namun Nyi Supariah masih tetap melakukan ritual lek-lekan (tidak tidur) setiap malam 1 Sura dan membuat acara selamatan seadanya. Meskipun tak dikatakannya, namun acara lek-lekan pada malam 1 Sura ini tampaknya juga dihadiri oleh sejumlah peziarah. (Ar-FL)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post