Menyentuh Masyarakat, Denpom IV/5 Semarang Bagi-bagi Takjil

FOKUSLINTAS.com, SEMARANG – Polisi Militer umumnya masih ditakuti masyarakat karena kesan yang ‘angker’, tegas dan keras. Barangkali kesan tersebut melekat lantaran cerita masa lalu. Namun kini keberadaannya di tengah masyarakat menjelang buka puasa justru membuahkan keharuan.

Adalah anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang yang memukau warga masyarakat yang melintas di Jalan Pemuda Semarang, tepatnya depan Markas Polisi Militer tersebut. Setiap sore menjelang buka puasa bersama ada aktifitas prajurit TNI dari Corps Polisi Militer tersebut membagikan takjil untuk masyarakat.

Minimal 500 takjil berupa es kolak atau kacang hijau dan nasi bungkus dibagikan ke masyarakat yang melintas dan para abang becak serta pengemudi ojek online yang mangkal tak jauh dari lokasi pembagian.

“Kami melakukan ini karena niat seluruh keluarga besar Denpom IV/5 untuk berbagi dengan rakyat. Sejak awal puasa kami membagikan takjil untuk mereka yang melintas dan berada di sekitar markas,” ungkap Dandenpom IV/5 Semarang Mayor CPM Okto Femula, Jumat (17/05/2019).

Okto sendiri bukanlah seorang muslim, melainkan beragama Katolik. Namun putra Yogkakarta ini mampu memberi contoh kepada prajuritnya tentang betapa pentingnya hidup saling menghormati dan toleransi di tengah masyarakat.

Tak hanya itu dibawah kepemimpinannya yang baru beberapa bulan sebagai Dandenpom IV/5 Semarang, Okto menginisiasi gelaran salat tarawih di markasnya beberapa waktu lalu dan dihadiri Walikota Semarang. Walikota Semarang Hendrar Prihadi pun bahkan mengapresiasi komandan korps baret biru Kota Semarang ini.

“Angatase bukan beragama Islam, namun Pak Okto sangat peduli pada anak buahnya yang beragama Islam. Ini yang perlu menjadi contoh bahwa hidup berdampingan dalam perbedaan itu sangat indah,” ujar Walikota Semarang beberapa waktu lalu.

Mbah Paidi (60) seorang tukang becak yang mangkal tak jauh dari Kampung Bedagan pun mengaku sudah hampir seminggu ini berbuka dengan takjil pemberian para tentara.

“Daripada jauh-jauh beli nasi dan harus keluarkan uang, saya memilih berbuka dari pembagian pak tentara (polisi militer). Lumayan bisa bawa pulang uang yang mestinya buat beli makanan buka,” ujar Paidi yang juga mengaku terharu. (Cha-FL)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *