Adakah Dampak Negatif Wanita Karir? Yuuk Simak

FOKUSLINTAS.com, SERBA SERBI – Adakah dampak negatif wanita karir? Ini menjadi pertanyaan yang mungkin bisa dikatakan rumit, karena terkait dengan berbagai aspek, diantaranya aspek psikologi anak, keutuhan rumah tangga, dan juga aspek fisik wanita itu sendiri.

Namun demikian saya juga tidak menampik bahwa wanita yang berkarir juga ada nilai positifnya. Selanjutnya, hanya diri pribadi wanita itu sendiri yang menimbang, manakah yang lebih banyak, dampak positif atau negatifnya.

Seperti apakah dampak negatif wanita karir?

Untuk yang awal atau pertama, dampak negatif wanita karir terkait dengan aspek fisik. Wanita tetaplah wanita, mereka memiliki kekhasan yang membedakannya dari pria.

Wanita merasakan fase – fase yang menyakitkan juga melelahkan seperti Wanita melahirkan, wanita mengandung, wanita menyusui, wanita mengasuh anak, wanita melayani suami.

Kesemuanya itu adalah fase yang menyakitkan dan melelahkan. Setelah seharian fikiran dan tenaganya terkuras untuk karir, ketika sampai dirumah tuntutan terhadap perannya sebagai ibu rumah tangga dan istri tak bisa dilepas begitu saja.

Mau tidak mau, wanita akan berupaya mengimbangi perannya sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, serta istri yang baik. Disinilah, dampak negatif wanita karir, yaitu terjadi ‘PERANG FISIK‘. Sehingga, wanita yang kelelahan seperti ini akan ‘kehilangan fitrahnya.’

Lalu Dampak negatif wanita karir yang kedua atau berikutnya sebenarnya masih terkait dengan yang pertama, yaitu timbul sebagai akibat adanya dampak yang pertama.

Dengan adanya wanita karir yang ‘kehilangan fitrahnya sebagai wanita,’ maka akan melenyapkan sifat keibuan.

Di Negara Barat muncul sebuah fenomena dimana para ibu yang juga wanita karir sudah tak memiliki sifat sabar. Sehingga, ketika menghadapi anaknya dirumah selepas menguras tenaga diluar rumah, yang terjadi adalah tindak kekerasan terhadap anak berupa pukulan keras yang menimbulkan cacat fisik sampai meninggal. Ini tentu saja akan berdampak trauma psikis pada anak.

Seorang pakar kedokteran industri membenarkan bahwa, “Pekerjaan dapat melemahkan sifat kewanitaan, bahkan pekerjaan yang ringan sekalipun. Profesi yang hanya menuntut kerja otak dan tanggungjawab juga mempunyai efek yang sama. Keletihan psikis yang dialami wanita karir di tengah-tengah pekerjaannya jelas berbeda dengan suasana kehidupan keluargnya. Pekerjaan juga dapat berdampak pada hasrat seksual wanita.”

Dampak negatif wanita karir yang ketiga yaitu berkurangnya angka kelahiran. Ini dirasa masuk akal, karena kelelahan psikis dan fisik, maka pelayanan terhadap suami akan menjadi berkurang.

Ini tentu tidak sama dengan wanita yang secara psikis dan fisik relatif tenang, tidak banyak pikiran dan relatif tidak terlalu sibuk, sehingga pelayanan yang diberikan kepada suami lebih optimal.

Seperti  yang telah dijelaskan dalam kutipan diatas bahwa “Pekerjaan dapat melemahkan sifat kewanitaan, bahkan pekerjaan yang ringan sekalipun… Pekerjaan juga dapat berdampak pada hasrat seksual wanita.”

Bahkan fenomena di Negara Barat pemerintahannya menggalakkan kampanye memperbanyak anak, sehingga keluarga yang memiliki banyak anak mendapat penghargaan dari pemerintah.

Namun demikian, terdapat juga dampak positif wanita yang berkarir. Wanita yang berkarir tak melulu soal dampak negatif wanita karir. Diantara dampak positif wanita karir, dapat berupa peningkatan ekonomi keluarga, rasa percaya diri yang lebih besar, bahkan ada ahli yang menuturkan wanita yang berkarir cenderung memiliki mental yang lebih sehat.

Saya kira semuanya dikembalikan pada pribadi masing – masing. Manakah yang lebih condong bagi anda sesuai situasi keluarga anda. Karena tak jarang juga saya melihat wanita yang berkarir, tetapi tetap memiliki keluarga yang harmonis, anak – anak yang sehat  secara mental dan fisik, hubungan suami istri yang tetap terjaga mesra, sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.

Semua dikembalikan pada anda sekalian dengan tetap mengutamakan peran anda sebagai  ibu dan istri. Sehingga anda harus pandai mensiasati waktu atau bahkan memilah jenis pekerjaan yang paling sesuai dengan kondisi anda.(*)

Editor : Awi

Sumber : Taman Hati & Syurga Ilmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *