OPINI : Banyak Orang Jawa Ilang Jowone

FOKUSLINTAS.com, OPINI – Apakah benar bahwa orang jawa akan kehilangan jawanya..? Hilang jawanya artinya hilang sifat-sifat dan kepribadian jawanya.

Jika sudah kehilangan jawanya seperti bukan menjadi orang jawa lagi. Selanjutnya orang jawa tersebut akan menjadi orang seperti apa..?

Wong Jawa disebut Orang Jawa karena memiliki sifat dan ciri-ciri tertentu. Misalnya: kesenian, tradisi dan kebudayaan Jawa. Jika tidak bisa berbahasa Jawa, tidak mengenal tradisi dan kesenian jawa, tidak mengenal kebudayaan jawa, “gaya hidup”-nya sudah tidak seperti orang jawa pada umumnya, apakah ia masih disebut Orang Jawa?

Karena anak cucu-nya orang Jawa, seharusnya tetap disebut Orang Jawa. Sifat-sifat yang diturunkan kepada anak cucu dapat dibedakan menjadi dua macam: yaitu warisan biologis dan warisan sosial atau kebudayaan.

Sesungguhnya yang bisa diwariskan secara langsung hanyalah warisan biologis, karena keturunan orang jawa juga memiliki sifat-sifat fisik dan biologis seperti yang terdapat pada orang jawa pada umumnya, seperti: kulitnya berwarna sawo matang, rambut yang lurus dan hitam, hidung yang agak pesek, dan lain-lainnya.

Sedangkan warisan sosial itu merupakan warisan yang bisa diwarisi melalui belanja atau lewat sosialisasi. Tanpa belajar atau bergaul dengan sesama orang jawa, tentu tidak bisa berbahasa jawa, tidak mengenal kesenian jawa.

Warisan biologis itu sudah terbawa sejak dalam kandungan. Karena benih keturunan orang jawa maka akan mewarisi sifat fisik termasuk potensi-potensi mental Jawa. Orang Jawa yang dididik dan dibesarkan dalam lingkungan bukan Jawa hanya akan mendapatkan warisan biologis tanpa mendapat warisan sosial.

Seperti itulah gambaran orang jawa yang telah hilang Jawanya. Tetapi sebagian besar orang jawa yang hidup di tengah-tengah bangsa lain dan kebudayaan lain, masih bisa memelihara kebudayaan leluhurnya, misalnya orang jawa yang ada di Suriname. Dan mereka yang hidup di tempat transmigrasi di luar Jawa (Indonesia)

Bahasa dan kebudayaan jawa itu selalu berkembang dan mengikuti perkembangan jaman. Kebudayaan Jawa itu perlu dipelihara supaya lestari dan masih tetap menjadi warisan buat anak-cucu, namun kabudayaan tersebut kelak pasti akan berbeda dengan kebudayaan jawa saat ini, tetapi bukan berarti bahwa orang Jawa akan kehilangan jawanya. Hanya saja “Jawa-nya” orang jawa yang akan datang kemungkinan akan berbeda dengan “jawa-nya” orang jawa saat ini.

Memang ada orang jawa yang “ora njawani” , selama orang jawa masih ada, maka KEJAWAANNYA kemungkinan masih ada. Jadi, kalimat “Orang jawa kehilangan Jawa-nya tidak bisa dipahami secara mentah saja.

Yang pasti bahwa Kejawaan-nya orang jawa itu berkembang sesuai perkembangan jaman. Belajar dan memeliharanya memang perlu supaya tidak jauh melenceng dari aslinya.

(Pegiat Media Sosial)

Related Post