Weleh.. Ratusan Perangkat Desa di Klaten Mengundurkan Diri

FOKUSLINTAS.com, KLATEN – Sedikitnya ada 170 perangkat desa hasil dari rekrutmen yang digelar serentak di Kabupaten Klaten pada tahun 2018, memilih mengundurkan diri jabatannya. Pengunduran diri itu disebabkan banyak alasan, mulai dari mendapat pekerjaan lain hingga merasa tak cocok.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kabupaten Klaten telah membuka lowongan perangkat desa serentak di 376 desa yang terbagai dalam 965 formasi seperti Kadus, Kaur, maupun Sekretaris Desa. Sistem seleksi juga terasa berbeda lantaran menggunakan ujian tertulis dan komputer.

Hanya saja, memasuki tahun pertama mereka sejak dilantik pada 2018 lalu, sampai saat ini sudah ada sekitar 170 perangkat desa yang mundur. Hal itu disampaikan oleh Kasi Penataan Kelembagaan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Klaten, Agung Kristanta.

Iya memang ada sekitar 170 an orang yang mundur. Jadi yang seharusnya rekrutmen tahun lalu bisa maksimal melahirkan perangkat desa baru, sekarang malah banyak yang mundur, kata dia pada, Kamis (23/05/2019) siang.

Lebih lanjut disampaikan, adapun alasan dari pengunduran itu beragam, mulai dari diterima di sebuah perusahaan yang besar, ingin melanjutkan sekolah, bahkan ada juga yang berhasil lolos dalam CPNS. Sebab, menurut Agung, perangkat desa kali sudah mulai didominasi anak muda. 

Atas kondisi itu, pihaknya meminta kepada tiap kepala desa (kades) agar menerbitkan surat keputusan (SK) guna menunjuk Plt jabatan. Para kades berkewajiban meminta kepada perangkat desa agar merangkap jabatan yang ditinggalkan atau kosong. Sehingga bisa teratasi sementara.

Kades bikin SK, angkat Plt atau Pj yang dari perangkat desa setempat. Nanti sebagai gantinya mereka akan mendapat tanah kas bengkok. Untuk Siltap tetap satu, hanya mendapat tambahan pengerjaan tanah kas saja, imbuhnya.

Disinggung adanya rekrutmen perangkat desa susulan, pihaknya mengaku masih dalam tahap pembahasan. Apabila sudah ada kemungkinan untuk membuka rekrutmen, maka akan segera disusun segala macam aturannya. Ditargetkan bisa tahun 2019 maupun 2020.(srt-nng-den)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *