Parah.. Razia Pasar Induk Klaten di Temukan Banyak Dagangan Berbahaya

FOKUSLINTAS.com, KLATEN – Petugas gabungan dari berbagai instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar razia di Pasar Induk Klaten, Jumat (24/05/2019). Hasilnya, banyak dagangan yang dijual dalam kondisi tidak layak jual maupun tidak layak konsumsi, mulai dari daging ayam, sapi, sembako dan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, razia gabungan tersebar menjadi dua tim. Tim pertama memeriksa segala kebutuhan daging dan sembako, sementara tim kedua memeriksa makanan atau cemilah untuk Lebaran. Dalam razia tersebut mereka juga dibekali dengan alat pendeteksi kandungan zat berbahaya.

Sasarannya dalam razia ini adalah makanan yang mengandung formalin, borak, pewarna kimia, dan makanan yang sudah kadaluarsa. Kita ingin memastikan bahwa semua harus tidak ada selama puasa dan lebaran ini,” kata koordinator petugas gabungan, Mursidi.

Lebih lanjut disampaikan, adapun hasil dari razia ini cukup mengejutkan. Sebab, pasar tradisional yang tergolong paling besar di kabupaten bersinar ini justru masih banyak ditemui dagangan berbahaya. Bahkan kebanyakan para pedagang mengaku tak tahu menahu terkait kondisi dagangan yang mereka jual. 

Adapun hasil temuannya adalah, cacing hati sapi, daging ayam suntikan, 20 biskuit kadaluarsa, makanan mengandung formalin dan 5 karton mie instan kadaluarsa. Bahkan, petugas juga menemukan satu kios yang menjual kebutuhan rumah tangga dalam kondisi tak layak konsumsi. Banyak kemasan yang berlubang akibat dimakan tikus.

Sangat kotor. Penataannya pun juga tidak baik, kopi sachet diletakkan dengan obat nyamuk dan obat lainnya. Ada yang sudah kadaluarsa sejak 2018 juga. Tapi saat kita cari pedagangnya katanya lagi keluar, jadi kita tidak bisa membuat keputusan,” imbuhnya.

Terkait hal itu, lanjut Mursidi, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan lurah pasar setempat. Nantinya, lurah pasar diminta segera mendatangi kios tersebut dan memberi surat keterangan maupun pernyataan. Sementara untuk kelanjutannya akan dibahas lebih lanjut, sembari menunggu pemilik kios kembali.

Kita data dulu, kita ingin tahu itu (dagangan) dari mana. Kalau kebanyakan mereka mengaku dapat dari sales dan kondisinya sudah seperti itu. jadi butuh pembinaan dulu terhadap pedagang ini agar mereka juga paham,” kata dia.

Sementara itu, Warsi (48) salah satu pedagang daging sapi di Pasar Induk Klaten yang kedapatan terdapat cacing hati mengaku tidak tahu menahu dengan kondisi itu. Sebab, menurutnya kondisi daging yang ia jual sudah bagus dan layak konsumsi karena diambil secara langsung dan baru saja disembelih.

Saya kira masih bagus, ternyata ada cacingnya. Karena jika dilihat dengan mata juga tidak terliihat jelas, maka ya saya jual saja,” singkatnya.(srt-nng-den)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *