PTSL Desa Bentak Sidoharjo di Duga Syarat Pungli, LPKSM PUTRA LAWU : Hallo Siber Pungli Apa Kabar?

FOKUSLINTAS.com, SRAGEN -Program Sertifikat Tanah Sistematis Lengkap PTSL di Desa Bentak Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen, terindikasi di duga syarat pungli.

Data yang di himpun fokuslintas.com, sumber mengaku, biaya program Sertifikat tanah sistematis lengkap PTSL di pungut  biaya Rp. 650 ribu. Masih banyaknya masyarakat yang bertanya soal program PTSL ini gratis atau berbayar menjadi salah satu bukti kurang maksimalnya sosialisasi dari BPN maupun Pemerintah Desa kepada warga masyarakat.

“Iya kita buat sertifikat program PTSL dipungut biaya Rp, 650 ribu rupiah, oleh  pemerintah desa, yang memungut biaya pihak panitia, kebetulan kita buat sertifikat program tersebut,” ungkap salah satu warga Bentak yang tidak mau disebutkan namanya kepada fokuslintas.com, Selasa 14/05/2019.

Diketahui pembuatan sertifikat tersebut sudah adanya sosialisasi dan kesepakatan pihak panitia, Pemerintahan Desa dan warga masyarakat, dan setelah selesai nantinya untuk melunasi, selain itu perihal informasi yang diterima warga terkadang juga beragam.

Sementara Kepala Desa Bentak Lestari saat di konfirmasi tim fokuslintas.com di kantornya juga mengatakan hal yang sama, menurutnya, biaya sertifikat PTSL semuanya Rp650 ribu rupiah, adapun sudah sesuai kesepakatan dan himbauan pihak Bupati Sragen.

“Itu sudah hasil kesepakatan juga sesuai himbauan, lalu untuk tambahan operasional, pemberkasan, pengukuran, patok, materai serta disetujui oleh masyarakat dan BPD, Intinya hasil musyawarah bersama,” kilahnya.

Kanan : Rois Hidayat Ketua LPKSM PUTRA LAWU

Terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen PUTRA LAWU (LPKSM), Rois Hidayat menyayangkan pelaksanaan program PTSL di Kabupaten Sragen lagi-lagi didapati terindikasi praktik pungli.

“Waduh ini sudah seperti wabah yach, minggu lalu program PTSL terindikasi pungli terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sragen, sekarang giliran di Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo. Sayang sekali yach program Presiden RI Joko Widodo, sering ditunggangi dan tak ada yang mengamankan,”ujar Rois Hidayat.

Pria yang terkenal kalem tapi tegas ini melihat, kesepakatan bersama kerap menjadi dalih para pihak terkait pelaksana program PTSL di lapangan untuk memungut tarif tambahan diluar sesuai ketentuan yang nilainya teramat luar biasa.

“Pribadi saya perhatikan jawaban kalau penetapan tarif lebih sesuai hasil musyawarah atau kesepakatan bersama selalu jadi alasan yang dikedepankan. Sekarang balik tanya, kalau warganya tidak sepakat bagaimana?,”ungkapnya.

Dia menyayangkan dengan tidak adanya tindakan dari aparat penegak hukum di daerah terkait persoalan ini. Padahal jelas Rois, perputaran uang dalam pelaksanaan program ini nilainya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta.

“Sekali lagi jangan dilihat perorangannya, tapi jumlahkan total keseluruhan, bakal besar tuch perputaran uangnya. Bisa ketahuan juga berapa nilai uang yang masuk kas negara seutuhnya dan berapa yang masuk ke kantong para oknum,” bebernya.

Selanjutnya, masih menurut Rois supaya indikasi serupa tidak terjadi di daerah lainnya aparat harus menindaklnjuti indikasi pungli yang terjadi pada pelaksanaan program PTSL.

“Aparat harus mengusut tuntas kemana aliran dana kelebihan setoran dari masyarakat,” tegas Rois seraya menyampaikan salam “Hallo Saberpungli apa kabarnya?

Disinggung soal sosialisasi program PTSL, menurutnya, program PTSL yang digulirkan pemerintah itu seharusnya dilaksanakan sesuai dengan aturan dan Petunjuk Teknis (Juknis) PTSL, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari program tersebut secara langsung.

“Kemudian terkait ATR/BPN sebagai leading sektor yang diamanatkan Presiden untuk pelaksanaan program PTSL, wajib hukumnya mensosialisasikan secara transparan, utuh dan menyeluruh kepada masyarakat. Khususnya pihak Pemerintah Desa yang mendapatkan program tersebut, Intinya jangan sampai dengan adanya program PTSL jadi ladang untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok dengan cara memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang aturan program PTSL tersebut,” imbuhnya.

( Awi-Nanang)

Related Post