OPINI: Motivasi Dalam Secangkir Kopi

FOKUSLINTAS.com, OPINI – Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukan kelak akan melengkapi. Itulah sekilas tentang opini makna sebuah falsafat kopi kali ini.

Bahwa ditemani kopi mengandung sajak khusus, tertajuk ketika malam yang menampakan gelapnya. Bintang selalu menemani. Maka dengan ditemani kopi imajinasi makin menjadi, karena secangkir kopi telah tersaji menemani.

“Kelak kita akan menikmati secangkir kopi, di kedai yang sama, di meja yang sama. namun dengan rasa dan aroma yang berbeda.”

Termakna sudah, hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji janji dari bibir yang terlihat manis.

Menyeduh kopi dengan air mata yang cukup panas, menghasilkan kepulan masa lalu dari manisnya kenangan, pahitnya ditinggalkan.

Kopiku tak pernah butuh gula. Ia hanya butuh manisnya janji masa lalu. Sekarang.. hanya ampas yang tersisa. Pahit dan sakit..inilah celoteh saya?

‪‎Makna terjawab sudah, ternyata cuma segelas kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan.

‪Cuma segelas kopi yang dari cara penakarannya secara tidak langsung merefleksikan kehidupan yang kuminum.

Jadilah seperti kopi malam ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.

Denganmu, patah hati adalah sarapanku juga sampai setiap malamku sambil ditemani kopi yang kuseduh dengan air kehakikianku sendiri.

Dan ternyata…dari makna kopi juga sesungguhnya kopi itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar pula. Salam sukses selalu

Pegiat Media

( Warsito )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post