Dibalik Mistis Telaga Sarangan Magetan

FOKUSLINTAS.com, MISTERI – Dibalik Keindahan Telaga Sarangan Konon kerap mamakan korban atau tumbal, bahkan tak hanya di lokasi Telaga, sepenjang jalang menuju area Telaga Sarangan juga terkenal sering terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa.

Seperti yang pernah terjadi dulu, kecelakaan yang menimpa sepasang pria wanita sehabis dari penignapan di Telaga Sarangan, yang bikin geger kota Mageta, Ngawi dan sekitarnya, Sebuah mobil Honda CRV mengalami kecalaakan Tunggal tak jauh dari Telaga Sarangan, sangat parah hingga masuk jurang dan keduanya meninggal.

Menurut saksi mata Seorang petani yang sedang Bekerja disekitar lokasi menuturkan : “Saya tahu ada mobil terbang dan terdengar letusan, blar! Terlihat laki-laki terlempar keluar mobil, sedang pengemudinya, perempuan, terjepit badan mobil,” ungkap warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, yang juga pemilik kebun tempat mobil CRV mendarat itu.

Tak hanya sekali ini saja sebelumnya sering terjadi kecelakaan dilokasi menuju Telaga Sarangan, Jalur untuk menuju ke Telaga Sarangan memang berliku-liku, sehingga membutuhkan keahlian mengemudi yang mahir untuk berkendara di jalur ini. Bukan sekedar Telaga Sarangan saja yang kerap kali menelan korban jiwa, jalur menuju Telaga Sarangan ini juga sering membuat pengendara celaka.

Kawasan Cemorosewu memiliki sebuah jalur sepanjang 35 KM dengan kondisi jalan berkelok-kelok dan tikungan tajam hingga 40 derajat. Selain itu, banyak juga tanjakan tajam untuk menuju ke Telaga Sarangan.

Terlepas dari mitos kecelakaan di jalur menuju Telaga Sarangan ini adalah perbuatan mahluk halus penunggu jalan atau tidak, medan yang harus dilalui memang cukup berat. Sebaiknya, periksa kondisi kendaraan Anda dan pastikan bahwa Anda mahir dalam jalur-jalur “maut” semacam ini sebelum Anda memutuskan untuk berkendara sendiri.

Mitos angkernya Telaga sarangan menjadi semakin kuat, setelah banyak kejadian misterius terjadi di sekitar telaga Sarangan, dari penuturan warga sekitar Telaga Sarangan.

Sepasang Ular Naga
Di dalam Telaga Sarangan dipercaya terdapat 2 ekor naga raksasa yang menyebabkan terjadinya telaga ini. Singkat cerita, konon dulunya terdapat pasangan suami istri petani bernama Kyai Jalilung dan Nyai Jailung. Saat sang suami kelaparan karna tidak kunjung dikirimi makanan oleh sang istri, dia mencari makanan lain dan akhirnya menemukan seonggok telur raksasa.

Akhirnya telur itu dibakarnya dan dimakan, belum habis telurnya dia sudah kenyang dan telur masih sisa separuh. Tiba-tiba istrinya datang membawa makanan dan memakan sisa telur tersebut sampai habis.

Tak lama kemudian tubuh mereka terasa panas, dan mereka langsung menceburkan diri kedalam pancuran terdekat. Lambat laun mereka berubah jadi naga raksasa yang menggeliat, pancuran yang kecil tadipun melebar dan menjadi telaga yang sekarang disebut Telaga Sarangan. Mitos ini diceritakan oleh Mbah Supar Sastrodiharjo, seorang sesepuh sarangan.

( Awi-Meri )

Berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *