OPINI: Merasa Diri Hebat Membawa Kesombongan

FOKUSLINTAS.com, OPINI – Terkadang percaya diri bukan hanya baik, tapi mutlak diperlukan oleh setiap orang. Karena tanpa adanya rasa percaya diri, maka orang tidak akan pernah akan berhasil mencapai cita citanya.

Hal itu karena orang yang tidak memiliki rasa percaya diri, tidak akan berani mengambil resiko, untuk keluar dari zona kenyamanan dan zona keamanan. Dan siapapun yang tidak memiliki keberanian untuk keluar dari kedua zona ini, jangan pernah berharap untuk dapat mengubah hidupnya.

Yang ironis, akan tetapi bila rasa percaya diri ini sudah over dosis, maka sadar ataupun tidak, orang akan memasuki zona merah atau kondisi rawan bahaya. Karena over confidence menyebabkan orang mengambil tindakan atau melakukan sesuatu, tanpa memikirkan akibatnya. Over confidence ini, sekaligus dapat menjerumuskan orang kedalam kesombongan yang terselubung.

Merasa diri diatas angin, berada dalam posisi sebagai decission maker, bahkan mungkin memiliki kapasitas dalam menentukan hitam putihnya keberadaan orang lain. Merasa bahwa wewenang yang ada padanya, kehebatan yang dimilikinya, sudah menjadi abadi di dalam dirinya. Bila kondisi ini dibiarkan berlanjut, maka orang akan menjadi lupa diri.

Kemudian menganggap orang lain tidak lagi penting, merasa tidak perlu lagi menghargai orang lain, bahkan tidak lagi merasa perlu menjawab permohonan ataupun pertanyaan yang diajukan. Karena merasa tidak lagi membutuhkan orang lain.

Sesungguhnya semua orang sudah tahu dan memahami, bahwa di dunia ini, tidak ada jabatan yang abadi. Tapi karena sedang berada dalam posisi yang menentukan, orang seringkali lupa diri. Padahal, diluar diri kita masih teramat banyak orang yang jauh lebih hebat dan lebih mampu dari diri kita.

Posisi yang membuat kita sombong, sesungguhnya adalah membohongi diri kita sendiri, bisa karena iri dengki, jahil, dan kecemburuan sosial. Padahal orang hebat yang sebenarnya selalu banyak diam mengalah dan menyimak, diluar sana ada jutaan orang yang lebih hebat dari diri kita? jangan lupa, apa yang bagi kita begitu membanggakan bagi orang lain, mungkin hanya uang recehan saja.

Mungkin saja kita merasa yang bisa, tapi tidaknya sisihkanlah waktu kita satu menit untuk menjawab pesan orang, Untuk kita mungkin saja tidak penting tapi bagi orang lain, jawaban kita ditunggu. Dengan menjawab satu atau dua kata, kita sudah menghargai orang,

Sehebat apapun kita, sepenting apapun kedudukan kita pada saat ini, atau sehebat apapun kita syukurilah, tetapkan rendah hati. Dengan rendah hati, ibarat orang berjalan dijalan datar bila suatu waktu entah karena apa kita tergelincir dan terjatuh, maka secara serta merta bisa bangkit berdiri dan berjalan lagi.

Tapi bila kita sudah menempatkan diri kita ditempat yang tinggi, karena kesombongan diri, adalah ibarat orang yang berjalan dipinggir tebing yang curam. Suatu waktu bakal terjatuh, maka akan sulit bisa bangkit lagi, kecuali ada orang lain yang membantu kita bangun.

Kalau ada jalan yang aman, mengapa menempuh jalan yang berbahaya? Rendah hati tidak akan mengurangi wibawa kita. Rendah hati tidak  akan mengurangi nilai harta yang dimiliki. Rendah hati sama sekali tidak akan membuat rasa hormat orang akan berkurang pada diri kita. Malahan sebaliknya, dengan kerendahan hati, kita akan menjadi sahabat banyak orang.

Sedangkan dengan kesombongan diri yang kita bangun sebagai ujud kebanggaan diri, justru akan melukai hati banyak orang. Dan semakin hari, kita akan ditinggalkan para sahabat kita. Dunia tanpa sahabat akan terasa sepi, walaupun kita memegang peran setinggi dan sehebat apapun.

SALAM REDAKSI

EKO AWI