Laporkan Jika Guru Terima Gratifikasi!

FOKUSLINTAS.com – Forum Pemantau Indepeden (Forpi) KotaYogyakarta mendorong Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Kota untuk mengeluarkan himbauan sekaligus peringatan berupa Surat Edaran (SE) kepada para guru di sekolah. Pasalnya potensi maraknya pemberian gratifikasi masih terjadi saat musim pembagian rapot kenaikkan kelas.

Berdasarkan pemantauan Forpi Kota Yogyakarta pada tahun lalu telah ditemukan adanya pemberian barang dari orang tua wali murid kepada guru saat pembagian rapot kenaikan kelas. Pemberian barang ini sebagai tanda ucapan terima kasih mereka ke guru selama satu tahun.

Meskipun demikian, pemberian barang dalam bentuk apapun jelas tidak dapat dibenarkan oleh aturan karena masuk dalam kategori gratifikasi.

“Ini yang harus diawasi bersama termasuk dari inspektorat Kota Yogyakarta sesuai dengan kewenangannya juga turut mengawasinya selain dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta,” kata Baharuddin Kamba Koordinator Forpi Kota Yogyakarta dalam keterangannya. Selasa (18/06/2019).

Merujuk pada pasal 12 B Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pengertian dari gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pemberian pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas perjalanan, penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

“Gratifikasi tersebut baik yang diterima didalam maupun diluar negeri. Dan dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik maupun tanpa sarana elektronik,” tambahnya.

Forpi Kota Yogyakarta mendorong Pemkot Yogya melalui Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mengeluarkan semacam himbauan sekaligus peringatan berupa Surat Edaran (SE) kepada pihak sekolah terkait larangan tersebut.

Pemberian maupun penerimaan bingkisan dalam bentuk barang dan tau lainnya dilingkungan sekolah dengan alasan apapun khususnya saat pembagian rapot kenaikan kelas itu tidak boleh dilakukan baik wali murid maupun pihak sekolah.

Hal ini penting untuk dilakukan sebagai bagian dari intergritas dan apabila ada ditemukan adanya pemberian maupun penerimaan barang dari orang tua wali murid ke pihak sekolah (dalam hal ini guru) maka sanksi tegas harus diberikan.

“Maka dari itu pendirian posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dibuka di Forpi Kota Yogyakarta merupakan bagian dari pemantauan atas pemberian dan penerimaan barang,” pungkasnya.(Har)

(Adm)