OPINI: Witing Mulyo Jalaran Wani Rekoso

FOKUSLINTAS.com — “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”, kurang lebih maknanya adalah “Cinta tumbuh karena terbiasa,” sebuah pepatah jawa tersebut, mungkin sudah sering terdengar.

Lalu sedangkan “Witing Mulyo Jalaran Wani Rekoso”, maknanya “Kemulyaan didapat karena berani untuk bersusah payah”

Dan hal ini apabila dipahami maksudnya, dua kalimat tersebut memang hampir mirip. Cinta bisa tumbuh karena terbiasa.. terbiasa bertemu, berinteraksi, beraktifitas bersama.. yang tadinya tidak ada perasaan khusus, akhirnya cinta mulai tumbuh seiring dengan waktu.. hal ini nggak perlu kita bahas, karena sudah banyak contoh tentunya..

Kemudian disini saya ingin mengajak membahas tentang peribahasa kedua, “Witing Mulyo Jalaran Wani Rekoso”.

Sepengetahuan saya, ‘Mulyo’ dalam hal ini bisa berarti banyak hal, tidak hanya berarti kekayaan, kesuksesan, tapi artinya bisa lebih luas.. seluas kata-kata sukses itu, dimana setiap orang mempunyai target dan definisi yang berbeda-beda tentang kesuksesan masing-masing.

Semisal sebuah contoh: ‘Seorang mahasiswa, dia mendefinisikan sukses bagi dia adalah bisa lulus on time dengan nilai atau IPK diatas 3. Untuk mencapai kesuksesan itu, sudah tentu kita bisa bilang.. “belajarlah yang rajin, fokus, dan manfaatkan waktu yang ada untuk kepentingan kuliahmu.. jangan kau membuang waktumu untuk hal-hal yang tidak berguna.’

Padahal kenyataannya tidak semudah itu kan..???

Sebagai yang pernah mengalami menjadi mahasiswa, kenapa saya bisa bilang nggak mudah.. semisal banyak tugas kuliah yang tergolong susah, sedangkan ada banyaknya kegiatan diluar kampus yang sayang dilewatkan.. belum lagi bila kita sudah kenal komunitas/kerja yang sesuai dengan passion kita, atau yang paling berat punya pacar atau teman yang ngajaknya happy-happy terus.. padahal terkadang teman maunya pada senang dan enaknya saja, saat kesulitan juga kepahitan kita maka seribu alasan atau alibi yang menjadi hidangan kita dari mereka.

Ciuusss…. aneka ragam dalih saat teman menghindar pahit kita dengan aneka ragam keluhan A-Z terdengar ditelinga, dan disitulah kita bisa menilai sejatinya jiwa teman kita yang sebenarnya. Terkadang kemanisan dimulut itu juga tak akan sesuai dengan fakta nyata yang terjadi.

Jadi contoh tersebut sudah cukup jelas.. kalau seorang mahasiswa mau sukses, lulus on time dengan IPK terbaik, otomatis dia harus tetap fokus, belajar, mengerjakan tugas, dan melakukan apapun yang dapat meningkatkan prestasinya.. secara mandiri.

Mari mencoba mengambil contoh lain.. Seseorang ingin bekerja untuk menghidupi keluarganya.. setelah lebih dari 6 bulan melamar pekerjaan tidak ada satupun yang merekrut dia karena dia hanyalah lulusan S1 dengan nilai pas-pas-an tanpa pengalaman kerja. Akhirnya dia memutuskan untuk berwirausaha untuk membuka warung lesehan karena merasa dia bisa memasak dan masakannya di sukai oleh keluarganya.. dengan modal minim, dia membuat warung kecil di dekat rumahnya.. perjuangan yang cukup berat, setiap pagi ia harus berbelanja di pasar yang jaraknya lumanyan jauh, menyiapkan semuanya sendiri, sore harinya dia membuka warungnya, memasak, hingga menyajikannya dia lakukan sendiri.. begitu terus setiap hari..

Sampai beberapa bulan tidak ada perkembangan… beberapa cibiran dari orang tidak pernah dia perdulikan. Dengan kerja keras, di tahun ke-2 sudah mulai memperlihatkan hasil. ia mulai mempunyai karyawan yang membantunya, dan beberapa tahun kemudian, ia sukes membuka beberapa warung lesehan di beberapa tempat dengan omset yang cukup besar, 3 – 5 x lebih besar dari teman-teman kuliahnya yang bekerja dikantoran.

Kemudian dari contoh diatas.. tidak semua keberhasilah datang dengan sekejab mata.. mungkin hanya 1:1000 ( Satu banding Seribu) orang yang memulai usaha langsung sukses.. semua membutuhkan waktu dan perjuangan yang tidak mudah.. bahkan sebagai pengusaha di awal kita harus turun tangan mengurus sendiri semuanya dan susah payah tetaplah sendiri.

Jadi, cukup tepat bila peribahasa tadi menjadi sebuah cerminan bagi kita.. “Witing Mulyo Jalaran Wani Rekoso” kalau kita mau sukses, haruslah berani untuk bekerja keras dan mengambil resiko.. ada harga yang harus dibayar atas kesuksesan kita, dengan kerja keras dan tentunya pengorbanan.(*)

SALAM REDAKSI

AWI