Rumah ‘Demit’ di Klaten, Begini Muasalnya

FOKUSLINTAS.com – Desa Wisata Jimbung Kabupaten Klaten ini banyak legenda ditengah masyarakat yang masih terpelihara dengan baik, salah satunya adalah Obyek Wisata Sendang Bulus Jimbung ini.

Konon menurut cerita yang ada dimasyarakat setempat, sendang ini dihuni oleh sepasang bulus/kura-kura yang bernama Kyai Poleng dan Nyai Poleng, keduanya merupakan jelmaan dari abdi Dewi Mahdi yang telah disabda menjadi bulus yang (dahulunya) mendiami sendang tersebut. 

Adapun sendang ini sendiri dibuat oleh Pangeran Jimbung yang gagah perkasa dengan menancapkan tongkatnya. Beliau bersabda bahwa kelak dikemudian hari sendang ini akan banyak didatangi orang yang akan memberi “makan”. 

Banyak orang percaya, bahwa barang siapa ingin mencari kekayaan dengan jalan pintas/meminta bantuan Kepada Kyai Poleng dan Nyai Poleng, kelak jika berhasil badan orang tersebut akan menjadi poleng seperti bulus jimbung. 

Kaitan antara Obyek wisata Jimbung dengan orang akan bertujuan mencari kekayaan dengan jalan pintas sangat erat. Berjalan ke arah timur tepatnya di perbukitan pegunungan kapur, Anda akan melihat rumah tua yang berdiri dengan kokohnya diatas perbukitan kapur.

Orang setempat menyebutnya sebagai Rumah Demit karena memang tidak di huni oleh manusia. Rumah tua yang terletak diatas bukit pegunungan kapur ini dipercaya menjadi tempat bersemayamnya para dedemit/ makhluk halus atau hantu/setan. 

Sejak kapan rumah tua ini dihuni oleh para dedemit, masyarakat tidak mengetahuinya secara pasti. Tidak mengherankan kalau rumah tua itu masih dikeramatkan oleh masyarakat desa dan terkenal keangkerannya hingga kini.

Karena menyimpan banyak misteri yang sulit untuk kita buktikan dengan nalar dan akal manusia. Anda boleh mencoba jika mempunyai sesuatu tujuan, namun harus berani berpuasa dan tidur di rumah tua tersebut, jangan kaget rumah demit sekarang jadi bengkel motor di desa kampak jimbung. (Mis-Ari)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *