Hati-hati!! Darah Menstruasi Berlebihan Indikasi DBD

FOKUSLINTAS.com – Darah haid yang keluar lebih banyak dari pada massa haid (menstruasi) pada umumnya segera diwaspadai. Darah haid tersebut dapat menandakan adanya infeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Direktur Rumah Sakit Umum Queen Latifa Kulon Progo, dr Shelly Juliana Awwaline mengatakan kondisi darah haid seperti ini harus didahului dengan penegakkan diagnosa oleh dokter atas tubuh pasien yang menyatakan positif terkena DBD, artinya, seperti ini tidak terjadi tiba-tiba pada tubuh perempuan.

“Darah bisa menjadi manifestasi klinis pasien yang mengalami demam berdarah Dengue.
Kalau sampai pendarahan seperti itu,segera ke RS untuk di terapi cairan,” kata Shelly, Rabu ( 10/07/19).

Perawatan di rumah sakit juga bertujuan, agar pasien segera mendapat perawatan intensif guna meningkatkan kekebalan tubuh yang dapat mencegah penurunan jumlah trombosit.

Pendarahan berupa darah haid, beberapa pasien DBD dengan trombosit di bawah 50 ribu mengalami pendarahan lain yang cukup parah seperti pendarahan gusi, pendarahan saat buang air besar, saat berkemih, dan juga mimisan.

Sementara itu, gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Misalnya demam yang timbul bisa terjadi secara terus menerus, naik turun dan bisa hanya 1-2 hari saja. Shelly menegaskan, jika masyarakat merasakan adanya demam yang mendadak, perlu diwaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

Pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun bisa ditemukan pada 5-6 persen kasus DBD.

“Gejala DBD yang umumnya muncul adalah demam lebih dari 38,5 celcius mendadak, timbul ruam, ada nyeri di kepala, belakang mata, otot, dan persendian, mual muntah, tidak nafsu makan, dan pada anak perempuan darah haid lebih banyak,” pungkasnya. (Ive-Kr). 

Editor : Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *