TMMD di Jimbung Klaten, Ini Kesan Ganjar

FOKUSLINTAS.com–Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo membuka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kamis (11/07/2019). Pada kesempatan itu, Ganjar mengapresiasi kegotongroyongan antara masyarakat dengan TNI.

Ditemui usai upacara pembukaan TMMD Reguler ke-105, Ganjar mengatakan, keberadaan TMMD selalu membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Ada banyak hal yang menarik dalam pelaksanaan TMMD, salah satunya adalah kegotongroyongan antara masyarakat dengan TNI yang selalu terjalin dengan baik.

“Yang menarik dari TMMD adalah setiap ada pengerjaan jalan atau pembangunan fisik pasti jumlahnya selalu bisa bertambah. Karena apa? Ya berkat kegotongroyongan yang ada, sebetulnya itu adalah yang paling penting,” ujarnya, Kamis siang.

Dengan didampingi Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, Ganjar menyampaikan TMMD adalah salah satu kegiatan yang sangat kompleks untuk keberlangsungan bangsa Indonesia. Sebab, bentuk kegiatanya tidak hanya pembangunan fisik, melainkan juga ada pesan-pesan ideologis kepada masyarakat. 

“Cinta bangsa dan negara, bagaimana merawat Indonesia dengan ideologi Pancasila, sikap toleransi, hingga tepo sliro. Nah TMMD ini maka cukup kompleks dalam sekian waktu selama satu bulan mereka bekerja,” imbuhnya.

Sehingga, dengan adanya kegiatan TMMD ini diharapkan tingkat perekonomian masyarakat bisa membaik berkat pembangunan fisik. Disisi lain, masyarakat juga bisa mendapatkan pembelajaran sekaligus edukasi dalam hal mencintai bangsa dan negara melalui ideologi dasar negara Indonesia, termasuk toleransi antara sesama.

Sementara itu, Dandim 0723/ Klaten, Letkol Inf Eko Setyawan menjelaskan TMMD reguler ke-105 mendapat anggaran senilai Rp 1.026.500.000, jumlah angaran itu terdiri dari APBD Provinsi senilai Rp 190.000.000, APBD Kabupaten sebanyak Rp 816.500.000, dan ditambah swadaya masyarakat senilai Rp 20.000.000.

Adapun pengerjaannya antara lain, pembangunan jembatan, betonisasi jalan, talud, rehab rumah sebanyak 10 unit, jambanisasi keluarga sebanyak 10 unit, rehab tempat ibadah 1 unit. Dari jumlah itu, sasaran kegiatan fisik pembangunan jembatan juga untuk menghubungkan Desa Jimbung ke Obyek Wisata Rowo Jombor.

Dengan adanya kegiatan ini kita berharap bisa memperlancar transportasi, meningkatkan perekonomian, membuka akses pertanian, dan yang paling penting adalah menumbuhkan rasa kegotongroyongan,” pungkas dia.(Sr-tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *