Sering di Teror, Diklaten Driver Ojol Lapor Polisi

FOKUSLINTAS.com–Sejumlah driver ojek online (ojol) di Kabupaten Klaten dibuat resah dengan adanya orderan fiktif yang mulai marak sejak beberapa pekan terakhir ini. Lantaran merasa sangat dirugikan dengan aksi tak bertanggung jawab itu, para driver sepakat melaporkannya ke Mapolres Klaten.

Laporan ke polisi dilakukan oleh perwakilan Komunitas Ojol Klaten yang terdiri dari driver Gojek dan Grab pada Kamis (11/07/2019) siang. Dalam laporannya, orderan fiktif itu sudah terjadi sejak awal bulan puasa lalu dan masih berlanjut hingga saat ini. Sedikitnya sudah ada 30-40 driver yang menjadi korban orderan fiktif tersebut.

“Untuk hari ini kita melapor kepada polisi. Sudah ada satu driver yang diperiksa polisi untuk menceritakan kronologinya, maka kita tunggu dulu hasilnya,” ujar salah satu driver ojol di Klaten, Jackal Zaglul Ahmad (39).

Dirinya menceritakan bentuk orderan fiktif itu berupa pemesanan makanan yang dilakukan oleh seseorang dengan alamat tujuan tertentu, hanya saja saat pesanan itu dikirim ke alamat yang dituju ternyata pemilik rumah merasa tidak melakukan order makanan. Akibatnya, driver tersebut harus menerima kerugian baik moril maupun materiil. 

Anehnya, lanjut Jackal, dari pengakuan driver yang sudah menjadi korban mengatakan bahwa alamat yang dituju oleh pemasan selalu sama, yakni di sebuah rumah yang berada di Desa Beji, Kecamatan Pedan. Pihak driver ojol sempat menanyakannya kepada pemilik rumah, dan ternyata mereka juga resah dengan hal itu.

“Kita sudah komunikasi dengan alamat rumah yang selalu dituju oleh si pemesan ini, mereka juga sudah gerah karena merasa terteror juga. Karena tidak merasa memasan, tapi selalu mendapat kiriman makanan dari kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jackal menduga bahwa orderan fiktif itu berasal dari permasalahan keluarga. Hanya saja ia belum mengetahui secara pasti. Oleh sebab itu dirinya bersama driver ojol lain sepakat untuk melaporkannya kepada polisi. Ia berharap polisi bisa segera mengusut tuntas kasus itu guna menghindari keresahan driver ojol.

“Kita jelas sudah resah, bahkan ada juga driver yang sampai trauma jika mendapat orderan makanan. Semoga proses hukum bisa masuk dan ditindaklanjuti polisi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah membenarkan adanya laporan dugaan orderan fiktif. Pihaknya akan segera mengumpulkan beberapa korban dan saksi, kemudian dilanjut dengan penyelidikan lebih lanjut. Terkait pasal yang akan diterapkan bisa mengarah pada penipuan dan tindak pidana ringan.

“Ini kita periksa dulu. Kendalanya adalah kerugiannya tidak besar, per orang berkisar Rp 100 ribu. Namun akan kita tindak lanjuti, karena ini sudah meresahkan para driver. Pasal yang kami tetapkan bisa penipuan maupun tindak pidana ringan,” kata Dicky.(Sr-tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *