Ketika Sahabat Jadi Pengkhianat, Ini Solusinya?

FOKUSLINTAS.com — Sahabat atau teman mana yang mau dikhianati? Tentunya tidak ada. Hubungan yang sudah dijalin sekian lama nyatanya tetap bisa rapuh ketika salah satu berkhianat atau mengingkari komitmennya dalam membangun persahabatan yang solid.

Efek yang ditimbulkan pun bermacam-macam, antara marah, sedih, bingung dan kecewa semua rasanya jadi satu.

Lalu, bagaimana mengatasi sahabat yang berkhianat? Haruskah mereka dimaafkan? Bisakah menjalin hubungan baik kembali pasca dikhianati?

Tips dibawah ini mungkin bisa membantu kamu dalam memecahkan masalahmu saat ini.

Ketahui dulu apakah teman kamu benar-benar berkhianat atau semua itu hanyalah kesalahanpahaman belaka. Jika teman kamu memang benar-benar mengkhianatimu, ambil waktu untuk menenangkan fikiran dan emosi. Berfikirlah dewasa dan bijak lalu ambil keputusan.

Maafkan dia yang telah mengkhianatimu, yang telah merusak kepercayaan yang diamanatkan kepadamu sebagai sahabat baik, maafkan dia sekalipun ia tidak mengakui kesalahannya.

Apapun yang telah dilakukannya jangan pernah berfikir untuk membalasnya. Karena hal itu akan membuat keadaan antara kamu dan sahabat semakin runyam.

Dengan memaafkan itu berarti kamu sedang menciptakan masa lalu yang baik untuk waktu yang akan datang.

Jika ia mengutarakan perasaan menyesalnya, maka dengarkan dengan baik alasan dibalik semua itu. Sekiranya alasannya tidak masuk akal sehingga membuat dia rela mengkhianatimu, kamu bisa mengambil tindakan selanjutnya, entah itu mengakhiri pertemanan atau tetap menerimanya sebagai sahabat.

Jika kamu memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan dengannya, maka akhiri secara baik-baik dan jangan pernah sekalipun mengungkit-ungkit kejadian sebelumnya serta menyebarkan berita buruk tentang sahabat kamu tersebut.

Tapi jika kamu masih ingin menjalin hubungan dengan dia, pastikan bahwa temanmu telah menyesali perbuatannya dan tak akan lagi mengingkari.

Seandainya orang-orang disekitarmu tahu akan hal ini, yakinkan pada mereka bahwa kamu mau menerima kembali persahabatan dengan dia dan telah melupakan serta memaafkan kesalahannya. Menerima dan memaafkan akan membuat keadaan lebih baik di samping dia yang telah berikrar tak akan lagi mengkhianati. ( Wid-Fl )

Editor : Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *