Tokoh Pendiri Kota Sragen, Inilah Jejak Pangeran Sukowati

FOKUSLINTAS.com – Makam Sukowati atau lengkapnya Pangeran Adipati Mangkubumi Sukowati dalam catatan sejarah adalah putra ke 9 Ki Ageng Pemanahan.

“Nama Sukowati diadopsi dari sebuah nama seorang pangeran yang hidup semasa zaman Kerajaan Mataram, yakni Pangeran Sukowati. Selain itu, nama tersebut juga memiliki makna yang dalam. Kata suko berarti senang atau suka dan wati berarti keindahan. Oleh sebab itu, Kabupaten Sragen tidak terlepas dari sejarah adanya makam Pangeran Sukowati,” ujar Mbah Gito (70) juru kunci makam saat ditemui fokuslintas.com.

Menurutnya, kiprah Pangeran Sukowati merupakan sejarah berdirinya Kabupaten Sragen serta napak tilas dari perjuangan adik dari Pangeran Pakubuwono II melawan penjajahan Belanda pada masa Kerajaan Mataram atau sekitar tahun 1746.

“Dahulunya Pangeran Sukowati, sangat membenci Belanda. Dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang, dan catatan disebut Perang Mangkubumen (1746–1757),” tandasnya.

Makam Eyang sukowati dari luar

Cerita sejarah tertera, waktu itu atas sikap adiknya tersebut Sunan PB II tidak tega kepada adiknya, tapi karena sudah berhutang budi kepada Kompeni, beliau memberi bekal berupa Tombak Pusaka Keraton “Kanjeng Kyai Pleret” dan uang secukupnya.

Peperangan tersebut disebut peratag Mangkubumen (1746-1757). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Mangkubumi dengan pasukannya sampailah ke desa Pandak Karangnongko masuk tlatah Sukowati. Di desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak Desa Pandak Karangnongko dijadikan pusat pemerintahan Projo Sukowati dan meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati.

Ziarah dimakam pangeran sukowati

Karena secara geografis desa Pandak Karangnongko terletak di tepi Jalan Lintas tentara Kompeni Surakarta – Madiun,  pusat pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian dipindah ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.

Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya serta memperkuat pasukannya dengan bahu membahu bersama saudaranya Raden Mas Said dan Adipati dari Grobogan yaitu KRT Martopuro dan beberapa kerabat yang bersimpati dengan perjuangan Pangeran Mangkubumi.

Pusat Pemerintahan Projo Sukowati yang ada di Desa Gebang ini pun akhirnya tercium oleh Kompeni Belanda yang bekerja sama dengan Kasunanan dan akan mengadakan penyerangan ke desa Gebang. Pasukan Gabungan antara Kompeni dan Pasukan dari Keraton Surakarta tersebut dipimpin oleh Patih Pringgalaya (Patih dari PB II).

Untung rencana tersebut diketahui oleh Petugas Sandi (Intetegent ) dan Pangeran Sukowati. Dengan berbagai pertimbangan maka Pusat Pemerintahan akan dipindahkan ke Desa Jekawal.

Dalam proses boyongan dari Gebang ke Jekawal “(Tangen)” tersebut melewati suatu Padepokan yang dipimpin oleh seorang kyai, yakni Kyai Srenggi.

Konon Kyai Srenggi ini adalah salah seorang Panglima Perang dari Sunan Amangkurat di Kartosuro, yang sebetulnya bernama asli Tumenggung Alap-Alap.

Untuk menghilangkan jejak beliau berganti nama Kyai Srenggi. Pada saat Pangeran Sukowati singgah di padepokan tersebut oleh Kyai Srenggi disuguhi Legen dan Polowijo. Pangeran Sukowati merasa sangat puas dan beliau bersabda bahwa tempat tersebut diberi nama “SRAGEN” dari kata “Pasarah Legen” dan Kyai Srenggi diberi sebutan Ki Ageng Srenggi.

Akhirnya Pangeran sukowati dalam perjalanan perangnya bergerak melewati berbagai desa, antara lain Desa Cemara, Tingkir, Wonosari hingga ke Desa Pandak, Karangnongko masuk telatah Sukowati.

Akan tetapi karena sesuatu hal Pangeran Sukowati tewas dan dimakamkan di lokasi ini yaitu Dusun Pengkol tersebut. ( Awi )

Satu tanggapan untuk “Tokoh Pendiri Kota Sragen, Inilah Jejak Pangeran Sukowati

  • Juli 12, 2019 pada 7:57 pm
    Permalink

    Hello. I have checked your fokuslintas.com and i see you’ve
    got some duplicate content so probably it is the reason that
    you don’t rank high in google. But you can fix this issue
    fast. There is a tool that creates content like human, just search in google: miftolo’s
    tools

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *