Terkait Investasi Bodong di Klaten, Pelaku di Buru Polisi

FOKUSLINTAS.com–Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten mulai mendalami kasus dugaan penipuan berkedok investasi di PT Krishna Alam Sejahtera yang berada di Desa Kajen, Kecamatan Ceper. Sebagai tahap awal, polisi telah memeriksa sebanyak 10 saksi.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah mengatakan 10 saksi itu terdari dari para mitra maupun pengurus perusahaan. Dari hasil pemeriksaan, pengurus perusahaan yang bergerak sebagai distributor jamu itu ternyata juga adalah mitra sekaligus korban.

Sudah kita periksa 10 saksi. Ada yang mitra ada juga yang pengurus, kalau dari pihak PT- nya belum ada. Karena ternyata pengurus perusahaan itu juga korban, ia awalnya juga sebagai mitra lalu direkrut sebagai pengurus,” ujarnya, Jumat (12/07/2019) sore.

Selain memeriksa 10 saksi, polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari kantor yang ada di Desa Kajen, diantaranya adalah surat perjanjian kerjasama antara mitra dengan direktur. Disisi lain, saat ini kantor perusahaan berlantai dua itu juga semantara dipasangi garis polisi. 

Dari hasil keterangan saksi dan alat bukti, polisi akan langsung melakukan penyidikan dalam dua hari kedepan. Sebab semua bukti-bukti yang terkumpul sudah cukup kuat mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan. Mengingat kasus tersebut melibatkan banyak orang.

Ini kasus atensi karena melibatkan banyak warga. Maka akan kami lakukan tindakan secepatnya, dalam dua hari ini langsung penyidikan. Saat ini dilakukan komulir kerugian dari seluruh mitra yang merasa tertipu,” imbuhnya.

Disinggung mengenai keberadaan direktur perusahaan tersebut, polisi mengaku mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di luar kota. Pihaknya belum bisa memastikan peran direktur perusahaan, hanya saja informasinya ia diduga juga terlibat kasus serupa di daerah lain.

Informasinya ada di Jakarta, tapi belum bisa dipastikan. Kalau latar belakangnya juga belum jelas, apakah dia komplotan penipu atau bukan. Namun saya mendapat masukan dari masyarakat bahwa ada daerah lain yang mengalami kasus sama, orangnya dia (direktur) juga,” pungkasnya.(Sr-Fl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *