Sindikat Pengoplos Elpiji di Solo Terciduk Polisi

FOKUSLINTAS.com – Sindikat pengoplosan gas elpiji disubsidi , tiga kilogram ( kg)  ke dalam gas elpiji 12 kg yang diotaki oleh  Dimas Kurnia Wicaksono (28) warga Wonosaren, Jagalan, Jebres, Solo berhasil digulung  polisi, Rabu (17/7/2019).  Dari lokasi pengoplosan di kawasan  kampung Randusari, RT 02 RW 30 Mojosongo, Jebres, Solo polisi berhasil menyita barang bukti (BB) berupa dua unit mobil Daihatsu nomor polisi (Nopol) AD 1918 QV dan AD 1798 UV, tabung gas LPG 12 kg sebanyak 62 tabung, tabung LPG ukuran 5,5 kg sebanyak 13 buah tabung dan selang yang ujungnya ada regulatornya sebanyak 14 buah serta tutup segel tabung gas 12 kg sebanyak 295 biji. 

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo didampingi Kasatreskrim Kompol Fadli , Rabu (17/7/2019) mengatakan awalnya ada laporan masyarakat terjadi kelangkaan gas disubsidi pemerintah jenis tabung tiga kilogram.

“Polisi yang melakukan penelusuran akhirnya menemukan ada kegiatan mencurigakan seperti pengoplosan  gas elpiji tiga kilogram dipindah ke tabung gas elpiji 12 kg di kawasan Jagalan, Jebres, Solo.” ujar Kapolresta Solo.

Tersangka Dimas mengaku selama tiga bulan beroperasi berhasil meraup keuntungan sekitar Rp 60 juta. Hasil oplosan setiap harinya rata-rata mencapai 50 tabung gas elpiji 12 kg. Setiap hasil oplosan  satu tabung gas 12 kg membutuhkan empat tabung elpiji ukuran tiga kilogram. 

“Setiap hari kami membutuhkan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram sebanyak 200 tabung. Kami membelinya dari daerah Solo dan sekitarnya.Dari penjualan tabung gas yang telah dioplos kami tiap bulannya mendapat keuntungan sekitar Rp 20 juta. Selama tiga bulan sebelum ditangkap polisi kami berhasil meraup keuntungan Rp 60 juta,” ujar Dimas sembari mengatakan pihaknya menyesal karena elpiji tiga kilogram untuk konsumsi warga miskin di Solo sempat menjadi langka karena ulahnya.

Kapolresta Solo Kombes Ribut mengatakan pelaku bakal dijerat menggunakan pasal Pasal 62 Undang-Undang  nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman hukuman lima tahun atau denda Rp 2 miliar  Jo Pasal 53 UURI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi ancaman hukuman lima tahun dan denda Rp 50 miliar atau Pasal 106 UURI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan ancaman hukuman empat tahun atau denda Rp 10 miliar. (Hwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *