Si “Lampor”, Hantu Penculik Anak Kecil

FOKUSLINTAS.com – Mungkin masih asing di telinga saat Anda mendengar tentang “Lampor”. Siapa sebenarnya dia? Masyarakat Jawa percaya bahwa makhluk ghaib satu ini berada di tengah-tengah masyarakat. Makhluk ini biasanya akan keluar dari sarangnya saat waktu magrib tiba.

Itulah mengapa ada sebagian masyarakat yang menasehati anaknya untuk tetap di rumah ketika adzan magrib dikumandangkan. Tidak hanya itu saja, para orang tua khususnya di daerah Jawa juga tidak berhenti memperingatkan anaknya untuk tidak melamun. Melamun membuat pikiran menjadi kosong sehingga makhluk halus seperti lampor akan mudah mengajaknya. Menakutkan bukan?

Cerita tentang lampor bukanlah omong kosong belaka. Kejadian yang menjadikan lampor sebagai tersangka baru-baru ini telah terjadi di daerah Temanggung. Tentu saja, korbannya adalah anak kecil. Seorang anak tersebut berangkat sekolah seperti biasa. Ia melakukan aktivitas layaknya teman-teman yang lain. Ia belajar di sekolah. Ia mendengarkan ketika guru menerangkan. Ia juga bermain bersama teman-temannya pada waktu istirahat tiba. Pada saat bel pulang berbunyi, iapun langsung pulang ke rumah. Lalu apa sebenarnya yang membuatnya aneh dan apa hubungannya dengan lampor?

Tiba-tiba guru dari anak kecil tersebut datang ke rumah. Si ibu pun mempersilahkan sang guru duduk. Meski agak terheran-heran, tetapi sang ibu tetap memperlakukan sang guru selayaknya tamu biasa. Bagaikan tersambar petir di siang bolong, sang ibu pun kaget bukan kepayang saat saat guru menanyakan keberadaan si anak kecil. Tentu saja ibu anak kecil itu menjawab ia sedang pergi ke sekolah dan mengapa ibu malah mencarinya ke rumah. Menurut penuturan dari ibu gurunya, ternyata si anak kecil ini sudah beberapa minggu bolos sekolah. Mendengar penuturan dari sang guru tentu saja sang ibu geram.

Sesampai di rumah, sang ibu langsung menanyai anaknya. Si anak terheran-heran mengapa sang ibu tiba-tiba marah kepadanya. Padahal ia merasa tidak melakukan kesalahan dan pulang sekolah tepat pada waktunya. Si ibu kembali bertanya pada anaknya, abis dari mana kau nak. Apa yang kau lakukan seharian ini. Si anak pun menjawab dengan jujur, ia baru saja dari sekolah. Si anak dan si ibu sama-sama bingung. Walaupun sang ibu bertanya berkali-kali, tetapi jawaban si anak kecil tersebut tetaplah sama, dari sekolah. Apa sebenarnya yang terjadi?

Akibat dari rasa penasarannya dan tidak ingin dibuat malu lagi sama sang anak, si ibu akhirnya diam-diam mengikuti sang anak. Ibu itu berada di belakang sang anak pada saat ia pamit untuk berangkat sekolah. Jarak sekolah dan rumahnya tidak terlalu jauh. Makanya ibu dengan mudah bisa mengikuti anaknya dengan berjalan kaki. Ternyata di jalan yang dilalui anaknya itu ada sebuah pohon beringin besar. Dan betapa kagetnya si ibu melihat anaknya berhenti lama di pohon beringin tersebut. Ibu menunggu dalam waktu yang lama tetapi si anak malah naik ke atas pohon. Melihat kejadian itu tentu saja ibunya merasa campur aduk antara marah dan juga heran mengapa sang anak tega membohonginya.

Terjawablah sudah, saat sang anak pulang, si ibu segera menanyainya dan jawaban si anak tetaplah sama seperti kemarin, yaitu habis pulang sekolah. Merasa ada yang ganjil, si ibu akhirnya datang ke pak kyai dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada sang anak. Setelah melafalkan beberapa doa, sang kyai pun mengatakan bahwa si anak kecil ini tidak sadar bahwa ia dibawa oleh makhluk ghaib yang dikenal dengan nama lampor. Menurut bayangan si anak, dia tetap sekolah karena ia berada dalam pengaruh makhluk ghaib tersebut. Namun, orang biasa jika melihatnya ia hanya sedang bermain-main di pohon beringin. Sayangnya, setelah pak kyai mengembalikan kesadaran si anak kecil, sekarang anak kecil tersebut tetaplah tidak bisa kembali seperti semula. Ia mudah melamun dan sering bercakap sendiri. Sungguh kasihan!(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *