Selama 2019, Diklaten Angka Perceraian Capai 1000 Kasus

FOKUSLINTAS.com–Kasus perceraian di Kabupaten Klaten dalam kurun waktu Januari – Juli 2019 sudah mencapai 1.169 permohonan. Dari jumlah tersebut, rata- rata didominasi oleh kasus cerai gugat atau permohonan cerai yang diajukan oleh pihak istri.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Klaten, permohonan cerai yang diajukan oleh pihak istri sebanyak 852 kasus, sedangkan permohonan cerai talak atau yang diajukan pihak suami sebanyak 317 kasus. Cerai gugat paling banyak terjadi pada bulan Juli sekitar 174 kasus.

Panitera Pengadilan Agama Klaten, Azis Nur Eva mengaku semakin berkembangnya zaman angka perceraian kebanyakan dari cerai gugat. Ironisnya, mereka yang bercerai saat ini dalam kondisi ekonomi yang justru mapan. Berbeda dengan lima tahun sebelumnya.

“Lima tahun yang lalu persoalan cerai disebabkan masalah ekonomi keluarga, tapi saat ini sudah beralih. Yang sudah mapan jutsru banyak yang cerai, terlihatnya sejak dua tahun terakhir ini,” kata dia, Jumat (09/08/2019).

Lebih lanjut disampaikan, sebetulnya persoalan keluarga bisa diselesaikan dengan baik. Namun hal itu butuh kemauan dari masing- masing individu. Secara prosedur, pasangan suami istri yang akan menjalani sidang perceraian akan terlebih dahulu diberi ruang untuk mediasi. 

Hanya saja, upaya tersebut terkadang tidak membantu secara maksimal. Terbukti dari 1.169 permohonan cerai, hanya ada 95 permohonan yang dicabut. Sedangkan sisanya terus berlanjut ke meja hijau. Sehingga penguatan moral menjadi salah satu kuncinya.

“Moral itu penting, karena jika tidak kuat maka dari situ bisa menimbulkan perselisihan. Yang ujung-ujungnya mengarah pada perselingkuhan,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menjelaskan membina hubungan keluarga adalah hal yang penting. Sebab apabila seseorang memahami ilmu maka tidak akan ada yang namanya perselingkuhan hingga perceraian. Termasuk memperkuat dasar-dasar hubungan kepada anak.(Sr-Fl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *