Diklaten, Reuni Berujung Selingkuh dan Teror Sampai Penjara

FOKUSLINTAS.com–Satreskrim Polres Klaten berhasil menangkap pelaku teror pelemparan petasan dengan paku yang terjadi di rumah seorang warga Dukuh Turen, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes. Dari hasil pengakuan pelaku, aksi teror itu dipicu oleh perselingkuhan rumah tangga.

Pelaku teror itu berinisial BM (41), warga Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah. BM ditangkap polisi pada Rabu (07/08) setelah meneror rumah Sigit Purwanto yang ada di Desa Ngemplak pada, Selasa (06/08) lalu. Dalam aksinya, BM melempari rumah Sigit dengan sejumlah petasan yang berisi paku.

BM nekat melakukan aksi itu lantaran sakit hati dengan istri Sigit yakni, Rubiyem. Diduga Rubiyem dan BM memiliki hubungan asmara di luar sepengetahuan Sigit. Perselingkuhan itu berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Namun berjalannya waktu Rubiyem kemudian memilih mempertahankan rumah tangganya.

Merasa tak terima dengan pilihan Rubiyem itu, akhirnya muncul niatan BM untuk meneror rumah keluarga Sigit dan Rubiyem. Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi mengatakan masalalah keluarga tersebut terungkap dari hasil pengakuan BM dan hasil informasi yang dihimpun polisi dari masyarakat sekitar.

“Ada masalah di dalam keluarga, antara suami dan istri. Dimana si istri (Rubiyem) ini diduga memiliki teman akrab yang lain. Sehingga muncul lah nama seseorang yang kita duga yaitu pelaku pelemparan petasan itu (BM),” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (08/08/2019).

Lebih lanjut dikatakan, dari hasil penyelidikan polisi berhasil menangkap BM di wilayah Klaten. Polisi juga menemukan barang bukti berupa 5 buah mercon tabung ukuran diameter 4 cm, 1 buah pipa paralon ukuran diameter 3,3 cm, 1 buah pipa paralon warna putih yang sudah terpotong, sejumlah paku, dan obat mercon. 

Menurut Aries, barang bukti itu diduga peralatan yang digunakan BM untuk meneror rumah Sigit. Sebab pada saat kejadian, Selasa (06/08) lalu sekitar pukul 02.00 WIB, masyarakat desa setempat dikejutkan dengan suara ledakan yang bersumber dari rumah Sigit. Bahkan suara itu mencapai radius 1,5 kilometer.

“Pelaku kita tangkap di wilayah Klaten berdasarkan data yang sudah kita kumpulkan. Termasuk pengakuan dari si istri (Rubiyem). Saat ini sudah kita tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, BM kini harus mendekam di tahanan Polres Klaten. BM dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan suatu bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(Sr-Fl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *