Gerebeg Besar Keraton Yogyakarta Berlangsung Meriah

FOKUSLINTAS.com – Sebanyak tujuh gunungan hasil bumi dari Keraton Yogyakarta dikirab dan diperebutkan dalam gelaran Hajad Dalem Garebeg Besar memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H. Gunungan dikirab melalui prosesi iring-iringan prajurit kraton.

Tradisi Garebeg atau biasa disebut ‘grebeg’ ini adalah simbol Hajat Dalem yang bermakna sebuah bentuk kedermawanan sultan kepada rakyatnya. Pada hari-hari grebeg itu, sultan berkenan memberikan sedekah berupa makanan dan berbagai hasil bumi lainnya yang disusun meninggi membentuk kerucut seperti sebuah gunung. Hingga disebut gunungan.  

“Wujud syukur itu sebetulnya sodaqoh dalem wujudnya gunungan hasil pertanian,” kata Pengageng Kawedanan Pengulon, KRT Akhmad Mukhsin Kamaludin Ningrat, saat ditemui wartawan, Senin (12/08/19).

“Ada pemahaman yang sebetulnya kurang tepat yaitu rebut berkah. Yang memang berkah itu sesuatu yang sudah didoakan itu insa allah mempunyai nilai lebih. Tapi kalau makanan sudah di doain, manfaatnya jauh lebih besar insa allah, harapan kita seperti itu,” tambahnya.

Tujuh buah gunungan dibagikan di tiga tempat berbeda. Lima Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan dibagikan di halaman Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Gunungan Gepak akan dibagikan di Pendhopo Kawedanan Pengulon di utara Masjid Gedhe. Sementara itu, dua Gunungan Kakung masing-masing dibagikan di Puro Pakualaman dan Kepatihan.

“Kalau dari Keraton sendiri mengeluarkan tujuh Gunungan. Lima untuk di Masjid Gedhe, satu untuk Pakualaman dan satu lagi Kepatihan. Setelah diserahterimakan dan didoakan di tiga tempat tersebut, gunungan berupa hasil bumi lalu diperebutkan oleh warga masyarakat,” tambahnya.

Salah satu warga bernama Warini (56) warga Umbulharjo, Yogyakarta mengaku sengaja menunggu grebeg tersebut untuk mengala berkah dari gunungan. Hasil perebutannya akan digunakan untuk hiasan.

“Dapet ketan rengginang. Nanti buat hiasan saja dirumah, dengan harapan bisa mendapat berkahnya,” katanya saat ditemui wartawan di lokasi. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *