Kasus Janda di Hamili Polisi, Video Hot Jadi Barang Bukti

FOKUSLINTAS.com – Tim kuasa hukum dari OKD (28), seorang janda cantik yang dihamili oleh oknum anggota Sabhara Polresta Yogyakarta berinisial Bripda DP akan melampirkan rekaman video, foto maupun percakapan chat WhatsApp sebagai bukti tambahan dalam pelaporan. Dari dua bukti video yang akan dilampirkan, satu diantaranya merupakan rekaman OKD dan Bripda DP saat berhubungan intim.

Kuasa hukum OKD, Muhammad Novweni SH mengungkapkan bukti tambahan tersebut akan dilampirkan dalam laporan yang ditujukan kepada Propam Polda DIY. Menurutnya bukti tambahan tersebut untuk menguatkan laporan yang dibuat kliennya bahwa Bripda DP telah melanggar kode etik Kepolisian.

“Besok akan kami lampirkan saat pemanggilan saksi pelapor guna melengkapi BAP (berita acara pemeriksaan) di Polda DIY. Kami sertakan bukti tambahan tersebut untuk menguatkan laporan bahwa terlapor memang telah melanggar kode etik,” tegas Noevweni di ruang kerjanya, Senin (12/08/2019).

Bukti yang akan disertakan tersebut diantaranya 2 rekaman video, 10 foto dan 15 pecakapan chat WhatsApp. Dua rekaman video berdurasi masing-masing sekitar 3 menit itu kesemuanya diambil di kamar kost OKD di kawasan Jalan Magelang Yogya, dimana satu diantaranya mengabadikan keduanya saat tengah berhubungan intim.

“Untuk dua rekam video tersebut terdapat klien kami dan terlapor di dalamnya. Sedangkan foto menurut keterangan klien kami diambil setelah peristiwa pemukulan dilakukan oleh terlapor,” tambahnya.

Novweni mengungkapkan hingga siang tadi kliennya masih terus menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor. Untuk laporan di Ditreskimum, pihak Polda DIY telah menunjuk unit penyidik guna menangani kasus tersebut.

“Kami juga menanyakan perkembangan lebih lanjut dari pengaduan laporan terhadap terlapor sudah sampai sejauh mana, dari Polda DIY memberi keterangan minggu depan akan mulai memanggil terlapor. Untuk terlapor masih aktif berdinas atau sudah dibebastugaskan, kami belum mengetahui hal itu,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, OKD mengaku setelah melakukan pelaporan terhadap Bripda DP dirinya banyak mendapatkan telephon berupa ancaman. Menurut pengakuan janda cantik ini, teror itu dilakukan oleh Bripda DP dan orang tuanya.

“Ancaman ditelephon-telephon tidak boleh gini-gini (melaporkan). Tersangka (terlapor) sama orang tuanya, intinya diteror saya harus mencabut laporan. Ditakut-takuti, ancaman seperti mau dipukuli,” ungkapnya.

Wanita yang sebelumnya juga pernah menikah dengan seorang anggota Kepolisian ini mengungkapkan, setelah laporan dibuatnya baru kemudian Bripda DP bersedia bertanggungjawab atas janin yang saat ini tengah dikandung dalam rahimnya. Sebelumnya Bripda DP sempat menolak bertanggungjawab dan justru mempersilakan pacarnya itu untuk menempuh jalur hukum.

“Ada, tapi dia sifatnya itu yang masih tempramen. (Memang) ada itikad dari dia, tapi masih marah-marah,” ungkapnya.(van-ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *