Poktan di Karanganyar Terima Dana Hibah Rp 965 Juta

FOKUSLINTAS.com — Sebanyak 18 kelompok tani di Karanganyar menerima dana hibah bersumber APBD perubahan Kabupaten Karanganyar dan APBN tahun 2019 senilai Rp 965 juta. Bantuan tersebut menstimulasi program satu produk pertanian per desa yang sedang digalakkan Pemkab Karanganyar.

“Bantuan ini memudahkan petani membuat <I>one village one product<P>. Manfaat terhadap kelompok tani dan lingkungannya berupa peningkatan penghasilan,” kata Sekda Pemkab Karanganyar, Sutarno kepada kelompok tani penerima dana hibah di aula Bank Jateng, Senin (12/8).

Para penerima hibah merupakan kelompok tani yang baru pertama kali memperoleh bantuan keuangan dari pemerintah di bidang tersebut. Mereka membudidaya tanaman potensial laku keras. Tiap kelompok tani menerima dana bervariasi, mulai Rp 15 juta sampai Rp 125 juta. Bantuan bersumber APBD II Kabupaten Karanganyar tertuju 18 kelompok tani sedangkan empat kelompok lainnya dibantu APBN. Sutarno mengingatkan penerimanya melaksanakan administrasi sesuai prosedur.

“Kewajibannya melaksanakan sesuai proposal dan administrasinya tertib. Besar kemungkinan bantuan itu berlanjut,” katanya.

Satu produk tiap desa merupakan program rintisan untuk mendukung laju pembangunan daerah. Produk pertanian yang dihasilkan istimewa dalam kualitas dan pengelolaan. Adapun pemasarannya akan dibantu dinas perdagangan maupun instansi terkait.

Pengurus Kelompok Tani ‘Jenawi Makmur’ Desa/Kecamatan Jenawi, Triyono mengatakan bantuan pemerintah yang diterimanya Rp 50 juta akan dibelikan bibit jahe. Sebanyak 15 anggota kelompoknya optimistis meraih keberhasilan di budidaya musim pertama tahun ini.

“Kita sudah memiliki pasar. Ada yang akan menampung jahe ini. Penjualan perkilo,” katanya.

Sedangkan pengurus Kelompok Tani ‘Ngupoyo Bogo’ VI Dusun Gemawang, Jatiyoso, Suyanto mengaku ingin membuktikan budidaya cengkih di daerahnya dapat sukses. Jenis tanaman ini pernah dibudidayakan di Jatiyoso beberapa waktu lalu, namun gagal.

“Dapat bantuan Rp 15 juta untuk membeli bibit. Akan dibudidaya di 8 hektare lahan,” katanya.(Kj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *