Jadi Sarang Lelembut, Inilah Pesugihan di Gunung Sumbing

FOKUSLINTAS.com — Pesugihan gunung Sumbing. Gunung Sumbing merupakan gunung besar yang letak geografisnya diantara 3 kabupaten sekaligus. Yakni kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang. Bagi kalian yang pernah mendaki gunung Sumbing, cerita akan keangkeran atau aura mistis sangat kental terasa. Jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia, suasana sunyi senyap memang jadi lokasi favorit makhluk halus. Bahkan banyak yang berkata jika gunung Sumbing adalah sarang makhluk halus seperti Genderuwo, kuntilanak, sundel bolong, peri hingga banaspati.

Namun keberadaan mereka tak selamanya membuat orang takut. Ada beberapa yang justru merasa senang akan keberadaannya. Dimana dari para makhluk astral ini dimanfaatkan untuk meraup kekayaan. Apakah bisa?

Ritual Pesugihan

Mendengar kata pesugihan memang sudah jadi hal yang sangat biasa, meskipun di era modern saat ini. Pada dasarnya pesugihan digambarkan masyarakat sebagai suatu ritual atau tindakan dengan tujuan mencapai kekayaan secara instan. Pencapaian kekayaan tersebut menjadi tidak wajar karena mendapat bantuan dari para makhluk halus. Banyak orang yang melakukan ritual dengan arahan paranormal atau melakukannya sendiri untuk sekedar coba-coba saja.

Buktinya ketika melakukan pendakian disana banyak ditemukan benda tak wajar seperti bunga tujuh rupa, kemenyan, atau benda tak wajar lainnya. kisah pesugihan gunung Sumbing ini ternyata juga jadi ancaman bagi para pendaki. Banyak pendaki yang merasa takut diganggu makhluk halus atau bahkan jadi tumbal pesugihan. Cerita pendaki jadi tumbal pesugihan gunung Sumbing memang sudah jadi cerita lama yang terus berkembang hingga sekarang.

Lokasi Pesugihan

Juru kunci gunung Sumbing mengaku bahwa dirinya sering diminta menjadi pembimbing ritual bagi seseorang atau sekelompok orang yang ingin menjalankan ritual pesugihan. Alasan jerat hutang atau ekonomi yang sulit jadi alasan mereka melakukan ritual pesugihan perjanjian dengan makhluk astral tersebut. mereka sengaja mendaki gunung bukan untuk menyatu bersama alam, melainkan membawa sesaji guna mengundang para makhluk astral.

Sesaji tadi biasanya berupa bunga tujuh rupa, dupa, kemenyan, bahkan hewan unggas seperti ayam hitam atau ayam cemani. Lokasi pasar Watu dan tanah putih jadi lokasi yang kerap dikunjungi. Pasalnya lokasi tadi memang terkenal sebagai tempat angker dan sarang bagi para makhluk tak kasat mata. Menggunakan sesaji tadi mereka melakukan ritual pemanggilan dan pemujaan terhadap roh halus.

Dari cerita yang melegenda dari ritual tadi akan menciptakan perjanjian antar manusia dan makhluk gaib. Dimana makhluk gaib tadi akan membantunya menjadi kaya secara cepat. namun syarat tumbal harus diberikan dengan tepat waktu kepada makhluk gaib tersebut.

Cerita Pesugihan

Menjalin perjanjian dengan makhluk gaib bukanlah sebuah hal mudah dan dibuat permainan. Kaya secara instan memang jadi keinginan sebagian orang, tanpa bekerja mereka bisa menikmati kekayaan dunia. Namun syarat tumbal yang diberikan haruslah diberikan dan ditepati. Bila tumbal tidak diberikan maka nyawa mereka jadi ancaman. Sebagian orang memang berhasil kaya dari pesugihan, tapi kekayaan mereka tidak berjalan lama. Kisah nyata tumbal pesugihan berujung kematian sudah jadi cerita turun temurun yang ada.

Cerita keberhasilan atau kegagalan ritual pemujaan roh ditempat-tempat tadi semua tetap akan berujung pada terancamnya nyawa orang tersebut. entah itu nyawa melayang atau berujung kegilaan seseorang. Yang pasti ritual pesugihan gunung Sumbing ini pasti memiliki resiko besar. Hal yang dapat kita ambil adalah mencari kekayaan tidak bisa secara instan. Akan lebih baik bila mencari kekayaan dengan bekerja yang benar agar hasilnya halal.(Wisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *