Sebuah Renungan

FOKUSLINTAS.com – Tidak ada “orang baik” yang tidak punya masa lalu,
Dan tidak ada “orang jahat” yang tidak punya masa depan.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik.

Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.

Karena, “seseorang yang hampir membunuh Rasul pun” kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya.. “Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun” akhirnya menjadi pedang-nya Allah : Khalid bin Walid

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya, karena sepatu emas fir’aun berada di neraka, sedangkan terompah Bilal bin rabah terdengar di syurga.

Intinya,

Jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya, karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor.

Maka untuk jadi hebat yang diperlukan adalah kuatnya tekad kepada Allah SWT sang pencipta kehebatan.

Tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asalmu, jika kau mau.

Kau bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.

INGATLAH!!!

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar Ikhlas…?

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar Sabar…?

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar Ikhtiar…?

Seorang yang dekat dengan ALLAH SWT, bukan berarti tidak ada air mata…

Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa² sulit…

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas kita, karena hanya Dia-lah ALLAH SWT yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang Terbaik baik hidayah, Rahmat, Karunia dan RidhoNYA.

Allah SWT berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِى مَنْ يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
innaka laa tahdii man ahbabta wa laakinnalloha yahdii may yasyaaa`, wa huwa a’lamu bil-muhtadiini

“Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”(QS. Al-Qasas 28: Ayat 56)

(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *