OPINI: Pentingnya Nilai Budaya dan Tradisi

FOKUSLINTAS.com – Nilai-nilai tradisional adalah hal perilaku dan tanggapan kita terhadap sesama, seperti moralitas, agama, etika, adat istiadat, dan lain-lain.

Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki beragam suku dan tradisi yang berbeda di setiap daerahnya. Nilai-nilai tradisi dan budaya yang tinggi ini merupakan ciri khas bangsa dan menjadi salah satu faktor Indonesia mendapat nilai plus di mata negara-negara tetangga. 

Budaya ini adalah warisan leluhur dan juga kekayaan bangsa yang patut dijaga. Usaha-usaha penghargaan dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional ini tidak dapat lepas dari pemilik utamanya, yaitu masyarakat.

Keberadaan kawula muda penerus dalam masyarakat sangatlah penting. Karena sebagai generasi penerus bangsa, merekalah yang bertanggungjawab mempertahankan nilai-nilai kebudayaan ini.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai budaya tradisional ini sudah mulai terlupakan oleh masyarakat. Budaya Barat masuk dan menodai nilai-nilai adat tradisional dan moralitas yang kita miliki.

Kawula muda perlahan mulai meninggalkan budaya tradisional akibat pengaruh arus globalisasi, apalagi teknologi. Banyak anak-anak muda masa kini yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka depan layar media elektronik, entah itu komputer, televisi, ataupun telepon. Misalnya ketika diajak berbicara, terkadang mereka hanya sekedar menjawab, tetapi pikiran dan mata masih melekat di handphone. Setelah menonton televisi, mereka meniru cara berpakaian orang-orang Barat. Kini berpakaian serba mini dan terbuka sedang menjadi trend yang cukup populer di kalangan remaja. Fungsi awal pakaian untuk menutupi aurat sudah mulai dilupakan.

Bukan hanya itu, tanpa disadari, penggunaan bahasa Indonesia sudah mulai pudar dan digantikan oleh bahasa gaul juga bahasa Inggris. Warga kota-kota besar tidak lagi berbahasa Indonesia dengan benar. Bahkan ada beberapa sekolah internasional di Jakarta yang mendidik murid-muridnya untuk tidak berkomunikasi dengan bahasa Indonesia di lingkungannya. Kemampuan berbahasa Inggris dan juga edukasi di negara asing juga menjadi syarat penting dalam melamar pekerjaan.

Zaman sekarang, orang-orang yang masih menganut nilai kesopanan sangatlah langka. Dulu, anak-anak menyapa atau membungkukkan badan, atau setidaknya tersenyum kalau bertemu dengan orang yang lebih tua. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak anak remaja yang asal melewati orang lebih tua tanpa melakukan apa-apa. Bahkan akhir-akhir ini sudah banyak yang berani berkata kasar, menerima dan memberi barang dengan tangan kiri, serta tidak mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.


Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa nilai tradisional tidak mampu menyaingi budaya modern yang sedang mendunia ini.

Dengan munculnya budaya Barat ini, hal-hal yang membuat Indonesia unik sudah mulai menghilang. Kemajuan zaman dan pola pikir remaja tidak dapat dibatasi dalam menghadapi tantangan globalisasi. Oleh sebab itu, sudah saatnya diberikan pelajaran tentang nilai-nilai tradisional kepada generasi muda terutama di kalangan usia sekolah, agar mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Nasib budaya tradisional Indonesia ada dalam tangan mereka. Karena anak-anak remaja sampai kawula mudalah yang akan mengangkat kembali nilai budaya tradisional supaya tidak punah akibat adanya globalisasi. Dengan adanya nilai tradisi yang kita anut dan perbedaan-perbedaannya, dapat membangun negara yang lebih baik di masa depan.

SALAM REDAKSI

R DWI HANTORO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *